Jawabanmu

2014-08-27T18:14:40+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Mereka menyambut gembira HAM karena dgn adanya ham maka hidup mereka lebihh terjamin
Jawaban paling cerdas!
2014-08-27T18:19:11+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Dalam Ketetapan MPR No XVII/MPR/1998 dijelaskan mengenai pandangan Bangsa Indonesia terhadap HAM, sebagai berikut :1.       Manusia sebagai makhluk Tuhan YME dianugerahi hak asasi tanpa perbedaan2.       Bangsa Indonesia menjunjung tinggi dan menerapkan HAM sesuai dengan Pancasila3.       Hak tidak terlepas dari kewajiban4.       Bangsa Indonesia menghormati deklarasi HAM PBB 19485.       HAM adalah hak anugerah Tuhan YME, yang melekat pada diri manusia, bersifat kodrati, universal, dan abadi berkaitan dengan harkat dan martabat manusia
Pengakuan bangsa Indonesia terhadap HAM nampak pada UUD 1945 yaitu pada :1.       Pembukaan UUD 1945 alinea I yang berbunyi : “ Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa..” artinya adanya hak untuk merdeka atau kebebasan2.       Pembukaan UUD 1945 alinea IV, yaitu sila II Pancasila : Kemanusiaan yang adil dan beradab, merupakan landasan idiil HAM di Indonesia3.       Pasal 27 s.d. 34 pada hakikatnya adalah HAM4.       Pasal 28A s.d. 28J mencantumkan rumusan HAM
Pengertian HAMa.       Berdasarkan Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998HAM adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia secara kodrati, universal dan abadi sebagai anugerah Tuhan YME, meliputi hak untuk hidup, hak berkeluarga, hak mengembangkan diri, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, hak keamanan, dan hak kesejahteraan yang oleh karena itu tidak boleh diabaikan atau dirampas oleh siapapunMacam-macam HAM yang tercantum dalam TAP MPR di atas :1.       Hak untuk hidup2.       Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan3.       Hak keadilan4.       Hak kemerdekaan5.       Hak atas kebebasan informasi6.       Hak kemananan7.       Hak kesejahteraan8.       Kewajiban9.       Perlindungan dan pemajuan
b.      Berdasarkan UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM :HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintahan, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusiaHAM menurut UU No. 39/1999 di atas meliputi :1.       Hak untuk hidup2.       Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan3.       Hak mengembangkan diri4.       Hak keadilan5.       Hak kemerdekaan (kebebasan pribadi)6.       Hak rasa aman7.       Hak kesejahteraan8.       Hak turut serta dalam pemerintahan9.       Hak wanita dan anak
c.       Dalam UUD 1945 (amandemen) dicantumkan HAM ini pada Pasal 28A s.d 28J1.       Pasal 28A     : mempertahankan hidup dan keturunan2.       Pasal 28B     : membentuk keluarga, keturunan dan perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi3.       Pasal 28C     : mengembangkan dan memajukan diri, serta mendapat pendidikan dan manfaat dari Iptek4.       Pasal 28D     : pengakuan yang sama di hadapan hukum, hak untuk bekerja dan kesempatan yang sama dalam pemerintahan5.       Pasal 28E      : kebebasan beragama, meyakini kepercayaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal, kebebasan berserikat, berkumpul dan berpendapat6.       Pasal 28F      : berkomunikasi dan memperoleh informasi7.       Pasal 28G     : perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda, serta bebas dari penyiksaan8.       Pasal 28H     : hidup sejahtera lahir dan batin, memperoleh layanan kesehatan9.       Pasal 28I       : tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut dan bebas dari perlakuan diskriminatif10.   Pasal 28J      : berkewajiban menghargai hak orang dan pihak lain serta tunduk kepada pembatasan UU
1 5 1