Jawabanmu

2014-08-27T17:19:12+07:00
2014-08-27T17:22:04+07:00
Pangkat Bulat Positif. Pangkat bulat positif merupakan cara ringkas untuk menuliskan perkalian dari bilangan-bilangan yang sama, seperti: 3 x 3 x 3 x 3 Atau 8 x 8 x 8 x 8 x 8 Bentuk-bentuk perkalian diatas dinyatakan pula dengan bentuk perkalian berulang. Setiap perkalian berulang dapat dituliskan dengan bilangan pangkat atau bilangan eksponen. Kemudian bagaimana cara penulisannya? Perkalian berulang 3 x 3 x 3 x 3 dapat dituliskan dalam bentuk bilangan berpangkat sebagai 34. Atau 3 x 3 x 3 x 3 = 34.Perkalian berulang 8 x 8 x 8 x 8 x 8 dapat dituliskan dalam bentuk bilangan berpangkat sebagai 85. Atau 8 x 8 x 8 x 8 x 8 = 85.Kemudian bagaimana cara membacanya? Cara membaca yang benar dari notasi diatas adalah: 34 (3 pangkat 4), kemudian 85 (8 pangkat 5). Berdasar apa yang saya utarakan di atas, maka definisi Pangkat bulat positif dapat dinyatakan. Jika a adalah bilangan real (a ϵ R) dan n adalah bilangan bulat positif lebih dari satu, maka a dipangkatkan dengan n (ditulis an) ditetapkan sebagai perkalian n buah faktor dengan tiap faktornya adalah a.Definisi ini dapat dituliskan secara sederhana sebagai an =  a x a x a x a x … x a x a x a Perkalian terdiri atas n buah faktor 2. Pangkat Bulat Negatif. Definisi dari bilangan  berpangkat bulat negatif dapat dinyatakan: Misalkan a ϵ R dan a ≠ 0, maka a-n adalah kebalikan dari an atau sebaliknya catatan: bilangan berpangkat dengan pangkat bilangan bulat negatifbukan merupakan bilangan berpangkat dalam arti yang sebenarnya sebab bentuk bilangan berpangkat bulat negatif tidak dapat diartikan sebagai hasil perkalian berulang. Oleh karena itu, bilangan berpangkat dengan pangkat bulat negatif sering disebut sebagai bilangan berpangkat tak sebenarnya. 3. Sifat-sifat Bentuk pangkat Bulat. Untuk mengetahui sifat-sifat bilangan berpangkat alangkah baiknya jika kita memperhatikan beberapa ilustrasi di bawah ini: a.  27 x 25 = (2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2) x (2 x 2 x 2 x 2 x 2) = (2 x 2 x 2 x 2  x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 ) = 212b.  a3 x a2 = (a x a x a) x (a x a) = (a x a x a x a x a) = a5 Dari 1 dan 2, kita bisa melihat berlakunya sifat umum Dari c dan d, kita bisa melihat berlakunya sifat umum e.  (52)4 = (52) x (52) x (52) x (52) =  (5 x 5) x (5 x 5) x (5 x 5) x (5 x 5) = 58 f.  (h4)3 = (h4) x (h4) x (h4) = (h x h x h x h ) x (h x h x h x h) x (h x h x h x h) = h12 Dari e dan f, kita bisa melihat berlakunya sifat umum g.  (3 x 2)7 = (3 x 2) x (3 x 2) x (3 x 2) x(3 x 2) x (3 x 2) x 3 x 2) x (3 x 2) = (3 x 3 x 3 x 3 x 3 x 3 x 3) x (2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2) = 37 x 27 h.  (a x b)3 = (a x b) x (a x b) x (a x b) = (a x a x a) x (b x b x b) = (a3 x b3) Dari g dan h, kita bisa melihat berlakunya sifat umum k.  03 = 0 x 0 x 0 = 0 l. 07 = 0 x 0 x 0 x 0 x 0 x 0 x 0 =0 Dari k dan l, kita bisa melihat berlakunya sifat umum Dari ilustrasi di atas maka kita dapat mengambil kesimpulan beberapa sifat-sifat bilngan berpangkat bulat Demikianlah sedikit pengetahuan dari saya. Semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.
boong
Apo yg bohong wak lai baang kadak mau yai.!!!