Jawabanmu

2014-08-26T20:18:49+07:00
Pembelaan Negara diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya pertahanan Negara merupakan tanggung jawab dan kehormatan setiap warga Negara. Oleh karena itu, setiap warga Negara tidak boleh menghindarkan diri dari kewajiban ikut serta dalam pembelaan Negara dari segala ancaman, kecuali ditentukan lain dengan undang-undang. Kemajuan ilmu pengetahuan, komunikasi dan informasi serta era globalisasi sangat mempengaruhi pola dan bentuk ancaman.
Ancaman terhadap kedaulatan Negara yang semula bersifat konvensional (fisik) berkembang menjadi multi dimensional (fisik dan nonfisik), baik berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri. 
Ancaman yang bersifat multi dimensional tersebut dapat bersumbe baik dari permasalahan ideology, politik, ekonomi, sosial budaya maupun permasalahan keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional, antara lain;
1. terorisme,
2. Aksi kekerasan yang berbau SARA.
3. Gerakan separatis pemisahan diri membuat negara baru
4. Kejahatan dan gangguan lintas negara
5. imigran gelap, 
6. narkotika,
7. pencurian kekayaan alam,
8. bajak laut dan perusakan lingkungan hidup.

Untuk itu, diperlukannya upaya pembelaan Negara berupa sistem pertahanan Negara yang melibatkan berbagai komponen pertahanan Negara. Sistem pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman keamanan (militer) menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung, sedangkan menghadapi ancaman non militer menempatkan lembaga pemerintah diluar bidang pertahanan sebagai kekuatan terdepan sedang tentara dan polisi sebegai pendukung.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa membela Negara tidak hanya dengan memanggul bedil menjadi tentara atau polisi, tetapi dapat dilakukan dengan berbagai jenis kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh semua warga Negara.