Jawabanmu

2014-08-26T18:46:20+07:00
2014-08-26T18:47:26+07:00
Di Balik Kejatuhan Konstantinopel
DI sepanjang sejarah Islam, mungkin satu-satunya peristiwa besar yang sebanding dengan atau lebih besar dari kemegahan peristiwa jatuhnya Konstantinopel (sekarang Istanbul) adalah Perang Salib yang dilancarkan oleh Pasukan Kristen untuk tujuan agama. Begitu megahnya peristiwa penaklukan itu sehingga mampu menyalakan api permusuhan dan sentimen-sentimen keagamaan antara kedua agama, Kristen dan Muslim, setelah berabad-abad kemudian. Jikalau Yerusalem dipandang sebagai asal dan tempat suci bagi seluruh agama Kristen, maka Konstantinopel benar-benar dianggap sebagai representasi politik Kristen di dunia Timur, sebagaimana kota Roma yang membanggakan diri sebagai representasi politik dari agama Kristen di Barat. Dengan demikian, jatuhnya kota Konstantinopel sebagai simbol agung representasi politik agama Kristen telah menciptakan kebencian yang mendalam serta kecemasan dalam memori para pemimpin Kristen. Peristiwa ini juga digunakan oleh Gereja untuk merekayasa citra/ imej barbarisme Muslim di hati orang-orang Kristen Eropa di abad-abad mendatang sesudahnya. Mengingat betapa pentingnya peristiwa kejatuhan Konstantinopel tersebut, tidak ada keraguan bahwa peristiwa jatuhnya Konstantinopel sangat menarik untuk dibahas di era kontemporer saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana berbagai faktor yang berbeda telah membuat penaklukan Konstantinopel, sebuah kota dengan pertahanan alami yang kuat, telah terwujudkan di tangan Sultan Muhammad II atau yang terkenal dengan Sultan Muhammad Al Fatih. Beberapa faktor tersebut adalah konflik berkepanjangan dalam masyarakat Kristen sendiri, antusiasme keagamaan dan keimanan yang kuat di dalam diri kaum Muslim untuk mengambil alih kota penting yang merupakan lokasi sentral bagi para pemimpin Bizantium dalam merencanakan dan mengirimkan kampanye militer terhadap sesuatu yang dipandang sebagai ancaman baru yang muncul pada saat itu , yakni agama Islam, dan terakhir adalah peran teknologi dan disiplin militer yang secara efektif digunakan oleh Sultan Muhammad Al Fatih untuk mewujudkan cita-cita militernya.


Di Balik Kejatuhan Konstantinopel
DI sepanjang sejarah Islam, mungkin satu-satunya peristiwa besar yang sebanding dengan atau lebih besar dari kemegahan peristiwa jatuhnya Konstantinopel (sekarang Istanbul) adalah Perang Salib yang dilancarkan oleh Pasukan Kristen untuk tujuan agama. Begitu megahnya peristiwa penaklukan itu sehingga mampu menyalakan api permusuhan dan sentimen-sentimen keagamaan antara kedua agama, Kristen dan Muslim, setelah berabad-abad kemudian.
DI sepanjang sejarah Islam, mungkin satu-satunya peristiwa besar yang sebanding dengan atau lebih besar dari kemegahan peristiwa jatuhnya Konstantinopel (sekarang Istanbul) adalah Perang Salib yang dilancarkan oleh Pasukan Kristen untuk tujuan agama.