Jawabanmu

2014-02-16T16:28:33+07:00
Partai politik sebagai organisasi mem­pertaruhkan idealisme politik dan pamrih elite politik. Partai politik tak sekadar lambang, slogan, bendera, dan lagu. Partai politik mengartikan tran­sak­si kepentingan berdalih mengusung pan­ji-panji demokrasi. Kita me­nge­nang kesejarahan partai politik di Indo­nesia mengandung babakbabak per­pe­cahan dan pembubaran.   Partai politik terus ada di kega­ma­ngan misi demokratisasi. Partai politik di masa lalu melawan kolonialisme. Peran pun berganti saat demokrasi dijalankan secara manipulatif demi perebutan kekuasaan dan meraup laba. Partai politik bersalin peran dan menumpuk dusta di jalan demokrasi. H.O.S. Tjokroaminoto, Tjipto Ma­ngoen­koesoemo, Mohammad Hatta, Agus Salim, Soekarno, Sutan Sjahrir, dan Soetomo adalah tokoh-tokoh berpartai politik. Mereka mendirikan partai politik di masa kolonialisme dengan pelbagai pamrih. Episode 1920-an mencatat gairah berpartai politik meski penguasa kolonial mela­ku­kan tindakan represif terhadap PKI dan tokoh-tokoh pergerakan politik. Mohammad Hatta dan Perhimpunan Indonesia di Belanda menghendaki pembentukan partai politik radikal untuk melawan arogansi kolonial. Para tokoh pergerakan berkumpul bersama Soekarno untuk mengurusi perkara-perkara genting. Kehendak Hatta ditanggapi Soekarno, Sartono, Sudjadi, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Anwari. Mereka pun mengumumkan pendirian Partai Nasional Indonesia (1927). Partai politik telah berdiri meski tak merealisasikan semua kehendak Hatta. Soekarno justru muncul sebagai ikon PNI.
karena tidak adanya persatuan dan kesatuan/ terjadi kesalah pahaman dalam masalah-masalah tertentu.

#semoga_membantu
2014-02-16T16:31:39+07:00
Karena banyak Parpol yang korupsi  , tidak adanya persatuan , terjadi kesalah pahaman antar parpol
1 1 1