Jawabanmu

2014-08-25T20:39:52+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Obat Penurun Panas Disebuah rumah sakit jiwa ada seorang pasien&dokter Pasien:dokt bolehkah saya meminum kopi Dokter:km blm blh minum kopi Pasien:saya mau minum klo ngga,sya binuh diri nih Dokter:ya sudah km blh minum,tp minum obat penurun panasnya ya Dokter masuk ke ruangan Dokter:apa yg sdg km lakukan pasien:saya lg ngasih obat penurun panas ke dlm kopi ini,biar kopinya cepet dingin dok Dokter:ciyahh.... *Gubrakkk...*tp bner jg sih.. Iti,cth anekdot yg sya tau,maaf ya klo salah,smoga membantu.
Jawaban paling cerdas!
2014-08-25T20:41:21+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                                              Meninggal           
         Pak Bandi adalah kepala SMA negeri, sudah 3 hari beliau opname di rumah sakit karena penyakit jantung. Suatu hari ibu Bandi mengirim pesan singkat kepada ibu Rini selaku wakil kepala sekolah. Saat ibu Rini membaca pesan singkat tersebut, ibu Rini seketika menangis.

            “Bu, kok menangis?” tanya bu Anis yang berada di sebelahnya.             “Pak Bandi, Bu.. Beliau meninggal.” Jawabnya sambil menangis.             “Innalilahi wa inna ilaihiroji’un. Ibu tahu darimana?” tanya bu Anis kaget.             “Ibu baca saja sendiri pesan ini dari bu Bandi.” Kata bu Rini sambil memberikan handphonenya kepada bu Anis.             “Astaga, Bu.. Pak Bandi tidak meninggal dunia.” Kata bu Rini sambil ketawa singkat.             “Lalu?” tanya bu Rini kaget.             “Beliau baru saja meninggalkan rumah sakit, bukan meninggal dunia. Ibu sih nggak baca pesan yang bawah.” Kata ibu Anis dengan kesal.             “Astaga! Maaf, Bu.. saya khilaf.” Kata bu Rini datar sambil mengusap air matanya.