Jawabanmu

2014-02-16T15:00:34+07:00
Sesuai dengan Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 pada pasal 41, pinjaman dari lembaga keuangan yang berupa lembaga bank dapat menjadi modal untuk menjalankan usaha koperasi yang mana dalam mendapatkan pinjaman dari bank tersebut ada persyaratan-persyaratan komersil bisnis perbankan yang harus dipenuhi oleh koperasi.Permasalahan penelitian terdiri dari: Bagaimanakah tata cara dan persyaratan pemberian kredit dalam meningkatkan modal koperasi beserta hak dan kewajiban paru pihak?, Bagaimana pelaksanaan pemberian kredit dalam rangka meningkatkan modal KPN Tuah Sepakat kepada PT. BPD Sumatera Barat Cabang Batusangkar?, Apakah kendala-kendala yang di hadapi dalam pelaksanaan pemberian kredit dalam rangka meningkatkan modal KPN Tuah Sepakat pada PT. BPD Sumatera Barat Cabang Batusangkar?. Adapun metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini bersifat yuridis sosiologis kemudian dianalisa secara kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, Tata Caru dan Persyaratan Pemberian Kredit dalam Meningkatkan Modal Koperasi melalui prosedur umum perkreditan mencakup tentang ketentuano syarat-syarat atau petunjuk tindakan-tindakan yang harus dilakukan sejak diajukan permohonan nasabah sampai dengan lunasnya suatu kredit yang diberikan oleh Bank. Adapun dalam pelaksanium pemberian kredit kepada koperasi tedapat hakdan dan kewajiban para pihak yang terfuang dalam perjanjian kredit. Adapun Pelaksanaan pemberian kredit dalam rangka meningkatkan modal KPN Tuah Sepakat kepada PT. BPD Sumatera Barat Cabang Batusangkar dengan cara pengajuan kredit oleh koperasi, selanjutnya pihak bank melakukan penyidikan dan analisis terhadap surat permohonan kredit dan memberikan persetujuan atas permohonan kredit. Adapun kendala-kendala yang di hadapi dalam pelaksanaan pemberian kredit dalam rangka meningkatkan modal KPN Tuah Sepakat pada PT. BPD Sumatera Barat Cabang Batusangkar yaitu dalam hal penyediaan agunan/jaminan yang mana jaminan kredit merupakan bagian penting dalam sistem perkreditan, dalam hal masalah administratif yaitu antara lain yang berkait dengan penyiapan data kualitatif dan kuantitatif koperasi, dalam hal masalah operasional dan sistem persetujuan kredit bank. Langkah-langkah yang harus diambil agar tidak terjadi kendala-kendala yang dihadapi adalah adanya kemudahan dalam hal prosedur pemberian kredit dan melakukan pengawasan yang disertai pembinaan pengelolaan kegiatan usaha perkoperasian yang benar.