Pak bowo seorang pengrajin wayang golek terkenal di desanya.
Wayang golek hasil karya Pak Bowo terkenal bagus. Pak Bowo sangat memperhatikan
pemilihan bahan baku dan tahap pengerjaanya. Sebatang kayu glondongan diubah tangan trampil Pak Bowo dan empat karyawannya menjadi wayang golek bernilai seni tinggi. Kayu-kayu sisa pembuatan wayang digunakan orang sebagai bahan bakar untuk memasak.
Pak bowo mendapatkan bahan baku pembuatan topengnya dari hutan yang ada di desanya. Saat memerlukan kayu sebagai bahan baku, Pak Bowo menebang sebatang pohon. Untuk mengimbangi kegiatannya itu, Pak Bowo menanam sepuluh bibit tanaman yang sama. Pak Bowo tidak ingin suatu ketika pohon-pohon di hutan itu habis.
Namun, keadaan itu berlangsung hanya beberapa tahun saja. Masyarakat di sekitar rumah Pak Bowo begitu dimanjakan oleh hasil hutan berupa kayu. Dengan mudahnya mereka menebang kayu untuk dijadikan kayubakar, bahan pembuat rumah, atau bahkan dijual ke daerah lain. Sayangnya, mereka mau menebang tetapi tidak mau menanam. Lambat laun pohon di huatan semakin berkurang dan habis. Hutan pun menjadi gundul. Masyarakat kesulitan untuk mendapatkan kayu. Keadaan ini juga berdampak terhadap usaha kerajinan topeng Pak Bowo. Pak bowo tidak lagi mendapatkan pasokan kayu untuk dijadikan wayang. Oleh karena itu, Pak Bowo menghentikan produksi wayangnya. Pak bowo dan keempat karyawannya kehilangan mata pencahariannya.

2

Jawabanmu

2014-08-25T10:51:58+07:00
2014-08-25T11:06:55+07:00
Soalnya itu...... apa perrtanyaan nya????