Jawabanmu

2014-02-15T10:11:29+07:00
Bismillahirrahmanirrahim,

Saudara-saudara, 
Untuk yang kedua kalinya, saya akan menyampaikan pernyataan berkaitan dengan perkembangan situasi di Mesir. 

Tadi siang, saya berkomunikasi dengan Perdana Menteri Malaysia, Bapak Mohammad Najib, untuk mendiskusikan bagaimana Indonesia dan Malaysia melihat perkembangan situasi di Mesir. Alhamdulillah, posisi Malaysia dengan Indonesia serupa, yang intinya kita berharap agar permasalahan di Mesir bisa diselesaikan secara damai, menuju ke rekonsiliasi nasional, kemudian bisa dicegah jatuhnya korban jiwa yang semestinya bisa dicegah. Dan kami, baik Malaysia maupun Indonesia, tentu tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri Mesir.

Tadi pagi, saya juga berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri kita, Menteri Marty Natalegawa, yang sedang mengemban tugas di PBB dan di Kanada. Saya juga mendapatkan perkembangan setelah melakukan pembicaraan dengan beberapa menteri sewaktu bertemu di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York. Juga sudah disampaikan pandangan dan posisi Indonesia. Dan beberapa saat mendatang, akan bertemu dengan beberapa tokoh PBB, termasuk Dewan Hak Asasi Manusia dan juga Deputi Sekjen—karena Sekjen berada di luar Amerika— sesuai dengan arahan saya kepada Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa.

Sementara itu, saya juga berkomunikasi dengan Duta Besar kita di Kairo, Duta Besar Nurfaizi, dan alhamdulillah, sebenarnya dua-tiga hari terakhir ini, keadaan di Kairo, di Mesir jauh membaik. Bahkan dikatakan, situasinya betul-betul dalam pengendalian yang baik pula. Oleh karena itulah, meskipun saya sudah menginstruksikan, kalau situasi terus memburuk, mahasiswa kita yang ada di Mesir itu bisa kita lakukan evakuasi, sebagaimana yang terjadi di waktu yang lalu, ketika kita mengevakuasikan mahasiswa dari Libya, dari Tunisia, dan dari Mesir sendiri. Tapi sekali lagi, alhamdulillah, keadaannya membaik, dan kemudian sampai hari ini, nampaknya belum ada keperluan untuk pemerintah melakukan evakuasi atas warga negara kita, utamanya para mahasiswa, kecuali kalau ada mahasiswa yang ingin benar kembali, tentu kita akan membantunya.

Saudara-saudara,
Sebagai sahabat, Indonesia tentu sangat peduli dengan perkembangan situasi di Mesir. Saya mengikuti hampir setiap saat, siang dan malam, dan saya sungguh tertarik apa yang disampaikan oleh Grand Sheikh Al-Azhar, Yang Mulia Bapak Ahmed Al-Tayeb. Saya ikuti butir-butir pernyataan Grand Sheikh Al-Azhar. Ada lima yang saya simak. 

Pertama, memang intinya ini, diperlukan rekonsiliasi nasional secara damai. Yang kedua, pihak militer diharapkan bisa menahan diri dan mencegah jatuhnya korban jiwa yang baru. Yang ketiga, pihak Ikhwanul Muslimin diharapkan juga bisa melakukan segala sesuatunya secara damai dan juga menjauhi kekerasan. Kemudian yang keempat, dikatakan harus dicegah perusakan rumah ibadah gereja ataupun rumah ibadah yang lain. Sedangkah yang kelima, menolak campur tangan asing; campur tangan dalam arti masuk kepada wilayah Mesir, tapi membawa kepentingan negaranya sendiri.

Terhadap lima butir yang disampaikan oleh Grand Sheikh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb, saya memberikan dukungan penuh sebagai seorang sahabat, mengingat Indonesia juga mengalami pengalaman yang banyak miripnya dengan apa yang terjadi di Mesir, 15 tahun yang lalu, dengan harapan semoga terjadi betul proses politik yang damai sehingga situasi yang meskipun sekarang sulit, yang ada di Mesir, itu bisa dicarikan jalan keluarnya.

Itulah yang ingin saya sampaikan sebagai Presiden yang memimpin rakyat Indonesia, di mana Indonesia adalah jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, secara moral kita tentu harus peduli dan bisa memberikan kontribusi, meskipun tidak mencampuri, tapi mendorong proses yang semestinya bisa ditempuh di Mesir.