Jawabanmu

2014-02-14T13:29:39+07:00
Loratadine efektif untuk mengobati gejala-gejala yang berhubungan dengan rinitis alergi, seperti pilek, bersin-bersin, rasa gatal pada hidung serta rasa gatal dan terbakar pada mata. 
Selain itu loratadine juga mengobati gejala-gejala seperti urtikaria kronik dan gangguan alergi pada kulit lainnya.

Kontra Indikasi:
Hipersensirif terhadap loratadine.

Komposisi: 
Tiap tablet mengandung 10 mg loratadine. 

Cara Kerja Obat: 
Loratadine merupakan suatu antihistamin trisiklik yang bekerja cukup lang (long acting), mempunyai selektifitas tinggi pada reseptor histamin -H1 periter dan tidak menimbulkan efek sedasi atau antikolinergik. 

Posologi: 
Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun: 1 tablet sehari. 

Peringatan dan Perhatian: 
- Karena efek pemakaian loratadine selama kehamilan belum diketahui secara pasti, maka loratadine diberikan pada wanita hamil hanya nila manfaatnya lebih besar dari resikonya terhadap janin. 
- Hati-hati pemakaian loratadine pada pasien dengan gangguan hati dan gagal ginjal. 
- Loratadine sebaiknya tidak diberikan pada ibu menyusui karena dieksekresikan melalui air susu. 
- Pemberian loratadine pada anak-anak di bawah 12 tahun keamanannya belum diketahui dengan pasti. 

Efek Samping: 
Loratadine tidak memperlihatkan efek samping yang secara klinis bermakna, karena rasa mual, lelah, sakit kepala, mulut kering jarang dilaporkan. Frekuensi efek-efek ini pada loratadine maupun placebo tidak berbeda secara statistik.

Interaksi Obat: 
Pemberian loratadine bersama alkohol tidak memberikan efek potensiasi seperti yang terukur pada penampilan psikomotor. 
Pemberian loratadine bersama eritromisin, ketokonazol & simetidine dapat menghambat metabolisme loratadine. 

Cara Penyimpanan: 
Simpan pada suhu 2 - 30 derajat Celcius. 

Kemasan: 
Loratadine 10 mg tablet, kotak 5 strip @ 10 tablet. 

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
2014-02-14T13:34:40+07:00
Farmakologi

Loratadine merupakan suatu antihistamin trisiklik yang bekerja lama dengan aktivitas

antagonis selektif terhadap reseptor H1 perifer tanpa efek sedasi sentral atau efek

antikolinergik.