Jawabanmu

2014-02-13T19:16:50+07:00
1.      Persiapan di laboratorium, menyediakan semua alat dan bahan yang diperlukan. Dan membuat larutan-larutan yang diperlukan 2.      Fiksasi specimen dengan fiksatif BOUIN 3.      Melakukan pencucian dan dehidrasi 4.      Fiksatif dibuang dan berturut-turut diganti dengan
Alkohol 50%
Alkohol 50%
Alkohol 70%
Alkohol 95%
Alkohol 100%
5.      Melakukan dealkoholisasi.
Alkohol dibuang, berturut-turut diganti dengan
Campuran Alkohol : xilol = 3:1
Campuran Alkohol : xilol = 1:1
Campuran Alkohol : xilol = 1:3
Xilol Pertama
Xilol kedua.
Campuran xilol : paraffin = 1:9              disimpan selama 24 jam dengan suhu 57oC
6.      Melakukan infiltrasi
Campuran xilol-parafin dibuang, diganti dengan paraffin murni dalam suhu 57oC
7.      Parafin dibuang, diganti yang baru 8.      Membuat blok/balok paraffin 9.      Membuat irisan dengan mikrotum dengan ketebalan 8 mikronmeter. 10.  Mengiris balok paraffin dan direkatkan pada kaca benda yang telah diolesi perekat Mayer (Gliserin-Albumin). 11.  Meletakkan irisan dalam thermostat dengan suhu 45oC sampai pita paraffin meregang. 12.  Deparafinisasi
Xilol : Alkohol = 3 : 1
Xilol : Alkohol = 1 : 1
Xilol : Alkohol = 1 : 3
Akohol absolute
13.  Pewarnaan
Pewarnaan ganda dengan Hematoksilin dan Eosin. Berturut-turut kaca benda ditetesi dengan:


14.  Alkohol absolute
Alkohol 95%
alkohol 90%
alkohol 80%
Alkohol 70%
alkohol 60%
Alkohol 50%
alkohol 40%
Alkohol 30%
Hematoksilin
Alkohol 30%
Alkohol 50%
Alkohol 70%
Alkohol 95%
E o s i n
Alkohol absolute
Alkohol absolute
Campuran alcohol : xilol = 3:1
Campuran alcohol : xilol = 1:1
Campuran alcohol : xilol = 1:3
Xilol pertama
Xilol kedua

15.  Irisan ditutup dengan kaca penutup yang telah ditetesi dengan entellan. 16.  Preparat dikeringkan dalam thermostat dengan suhu 45oC
19 3 19