Jawabanmu

2014-08-19T21:50:29+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno diIndonesia.Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomiterpimpin.Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Presiaden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi terpimpin.Orde lama (Demokrasi Terpimpin), terdiri dari beberapa kejadian penting..1. Tahun 1945 – 1950Terjadi penyimpangan dari ketentuan UUD ’45 antara lain:a)     Berubah fungsi komite nasional Indonesia pusat dari pembantu presiden menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang merupakan wewenang MPR.b)    Terjadinya perubahan sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer.Pada tahun 1945-1950, terjadi perubahan sistem pemerintahan dari presidentil menjadi parlemen.Dimana dalam sistem pemerintahan presidentil, presien memiki fungsi ganda, yaitu sebagai badan eksekutif dan merangkap sekaligus sebagai badan legislatif.2.Tahun 1950 – 1959Sistem Pemerintahan yang dianut adalah parlementer kabinet dengan demokrasi liberal.  Ciri-ciri demokrasi liberal:1)    presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat.2)    Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan.3)    Presiden berhak membubarkan DPR.4)    Perdana Menteri diangkat oleh Presiden.Era 1950 - 1959 ialah era dimana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950, dimana periode ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959.Dewan Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru.Akhirnya, Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959, yang membubarkan Konstituante.Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 :1. Pembentukan MPRS dan DPAS2. Kembali berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya lagi UUDS 19503. Pembubaran KonstituantePada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yang tidak stabil.Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.•             1950-1951 - Kabinet Natsir•             1951-1952 - Kabinet Sukiman-Suwirjo•             1952-1953 - Kabinet Wilopo•             1953-1955 - Kabinet Ali Sastroamidjojo I•             1955-1956 - Kabinet Burhanuddin Harahap•             1956-1957 - Kabinet Ali Sastroamidjojo II•             1957-1959 - Kabinet Djuanda3.Tahun 1959 – 1968 (Demokrasi Terpimpin)Sejarah Indonesia (1959-1968) adalah masa di mana sistem "Demokrasi Terpimpin" sempat berjalan di Indonesia. Demokrasi terpimpin adalah sebuah sistem demokrasi dimana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin negara, yaitu Presiden Soekarno. Konsep sistem Demokrasi Terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno dalam pembukaan sidang konstituante pada tanggal 10 November 1956.Berbagai penyimpangan dalam Demokrsi terpimpin :Ø  Pancasila diidentikkan dengan NasakomØ  Produk hukum yang setingkat dengan undang-undang (UU) ditetapkan dalam bentuk penetapan presiden (penpres) daripada persetujuanØ  MPRS mengangkat Soekarno sebagai presiden seumur hidupØ  Presiden membubarkan DPR hasil pemilu 1955Ø  Presiden menyatakan perang dengan MalasyaØ  Presiden menyatakan Indonesia keluar dari PBBØ  Hak Budget tidak jalan
57 4 57