Membuat dialog teks "anekdot hukum peradilan"
Keluarga pemilik pedati : yang mulia hakim, saya tidak
terima keluarga saya kehilangan pedati beserta kuda dan dagangan di
dalamnya karena jembatan yang dilalui roboh. pembuat jembatan itu itu
harus dihukum .

Yang mulia hakim :

pembuat jembatan :

yang mulia hakim :

tukang kayu :

yang mulia hakim :

pembantu tinggi dan besar :

yang mulia hakim :

pembantu tinggi besar :

yang mulia hakim :

pengawal :

yang mulia hakim :

pembantu pendek dan kurus :

pengawal :

yang mulia hakim : Saudara-saudara, apakah hukuman penjara untuk pembantu pendek, kurus, dan punya uang tadi adil ?

Masyarakat : Sangat adil , Yang mulia hakim .

1

Jawabanmu

2014-08-19T16:08:08+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Keluarga pemilik pedati : yang mulia hakim, saya tidak
terima keluarga saya kehilangan pedati beserta kuda dan dagangan di 
dalamnya karena jembatan yang dilalui roboh. pembuat jembatan itu itu 
harus dihukum . 

Yang mulia hakim : Permohonan si Tukang Pedati dikabulkan.Hakim memanggil si Pembuat Jempatan untuk diadili.Namun, si Pembuat Jembatan tentu protes dan tidak terima.

pembuat jembatan :Yang Mulia Hakim, jangan salahkan hamba . Tukang Kayu seharusnya yang bersalah karena menjual kayu yang jelek Yang Mulia.

yang mulia hakim : Bener juga apa yang dikatakan si pembuat jembatan ini .Hakim pun menyuruh pengawalnya untuk memanggil si Tukang Kayu.

tukang kayu : Yang Mulia, apa kesalahan Hamba sehingga hamba dipanggil ke persidangan?

yang mulia hakim : Kesalahan mu sangat besar .kayu yang kamu jual untuk membuat jembatan sudah jelek dan rapuh sehingga menyebabkan seseorang kehilang barangnya dan pedatinya.
Si Tukang kayu membela diri , " Kalau itu permasalahannya , ya , jangan salahkan saya , salahkan pembantu saya.Dialah yang menyediakan beragam jenis kayu untuk dijual.Dialah yang memberi kayu yang jelek kepada si Tukang kayu itu.
Benar juga apa yang dikatakan penjual kayu itu."hai pengawal bawa si Pembantu ke hadapanku."

pembantu tinggi dan besar :Apa kesalahan saya yang Mulia Hakim?

yang mulia hakim : Kesalahan kamu sangat besar.Kamu memberi kayu yang jelek kepada penjual kayu sehingga menyebabkan seseorang kehilangan pedatinya .

pembantu tinggi besar :Namun si pembantu ini tidak secerdas dua orang yang telah dipanggil terlebih dahulu sehingga ia tidak bisa memberi alasan yang memuaskan sang Hakim.Akhirnya sang hakim memutuskan untuk menghukum dan mengganti rugi .

yang mulia hakim : Berteriaklah sang Hakim kepada pengawal ," Hai Pengawal, masukkan si Pembantu ini ke penjara dan sita semua barangnya sekarang juga!". beberapa menit kemudia , sang hakim bertanya kepada si Pengawal , " Hai pengawal Apakah hukuman sudah dilaksakan?

pengawal :"Belum yang mulia, Sulit sekali untuk melaksanakannya"

yang mulia hakim :Mengapa sulit ? Bukankah kamu sudah biasa memenjarakan dan menyita uang orang?" Si Pengawal menjawab,"Sulit , Yang Mulia.Si pembantu badannya terlalu tinggi dan gemuk sehingga penjara yang kita punya tidak muat dan terlalu sempit dan si Pembantu tidak mempunyai uang untuk di sita. Sang Hakim marah besar, "kamu dodol amat! Gunakan dong akalmu, cari pembantu si Penjual Kayu yang lebih pendek dan kurus dan punya uang!."
Setelah itu pengawal pun mencari pembantu yang pendek , kurus dan punya uang

pembantu pendek dan kurus :wahai yang mulia hakim , apa kesalahan hamba sehingga hamba dipenjara?
Dengan entengnya Hakim menjawab , " Kesalahanmu adalah pendek,kurus,dan punya uaaaanggg !!!! "

pengawal : Setelah itu sang Pengawal pun memenjarakan pembantu yang kurus,pendek dan punya uang.

yang mulia hakim : Saudara-saudara, apakah hukuman penjara untuk pembantu pendek, kurus, dan punya uang tadi adil ?

Masyarakat : Sangat adil , Yang mulia hakim .
38 3 38