Jawabanmu

2014-08-19T14:03:55+07:00
Lingkungan akan menjadi rusak
maaf kalau salah
2 5 2
2014-08-19T14:08:23+07:00
1. Bahan Kimia Pembersih Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranyasabun dan detergen, seperti ditunjukkan pada Gambar 8.1. Sabun dan detergen dapatmenjadikan lemak dan minyak yang tadinya tidak dapat bercampur dengan air menjadimudah bercampur. Sabun dan detergen dalam air dapat melepaskan sejenis ion yang memilikibagian yang suka air (hidrofilik) sehingga dapat larut dalam air dan bagian yang tidak suka akan air (hidrofobik) sehingga larut dalamminyak atau lemak. Jika dalam pakaian yang dicuci dengan detergen terdapat kotoran lemak maka bagian ion yang bersifat hidrofobik masuk ke dalam butiran lemak atau minyak danbagian ion tersebut yang bersifat hidrofilik akan mengarah ke pelarut air. Keadaan inimenyebabkan butiran-butiran minyak akan saling tolak-menolak karena menjadi bermuatansejenis. Akibatnya, kotoran lemak atau minyak yang telah lepas dari pakaian tidak dapatsaling bersatu lagi dan tetap berada dalam larutan. Sebagai ilustrasi dari penjelasan tersebut,perhatikan Gambar 8.2 berikut. Kita perlu hati-hati dalam memilih bahan pembersih, bahantersebut jangan sampai menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap lingkungan. Beberapa jenis detergen sukar diuraikan oleh pengurai. Jika detergen ini bercampur dengan air tanahyang dijadikan sumber air minum manusia atau binatang ternak maka air tanah tersebut akanmembahayakan kesehatan. Oleh karena itu, kita sebaiknya memilih detergen yang limbahnyadapat diuraikan oleh mikrorganisme (biodegradable). Pengaruh buruk yang dapat ditimbulkanoleh pemakaian detergen yang tidak selektif atau tidak hati-hati adalah: a. rusaknyakeindahan lingkungan perairan; b. terancamnya kehidupan hewan-hewan yang hidup di air;dan c. merugikan kesehatan manusia. 2. Pemutih Pakaian Pemutih biasanya dijual dalam bentuk larutannya (lihat Gambar 8.3) dan digunakan untuk menghilangkan kotoran atau noda berwarna yang sukar dihilangkan dengan hanyamenggunakan sabun atau detergen. Larutan pemutih yang dijual di pasaran biasanyamengandung bahan aktif natrium hipoklorit (NaOCl) sekitar 5%. Selain digunakan sebagai pemutih dan membersihkan noda, juga digunakan untuk desinfektan (membasmi kuman).Pada umumnya, bahan pemutih yang dijual di pasaran sudah aman untuk dipakai selamapemakaiannya sesuai dengan petunjuk. Selain dengan noda, zat ini juga bisa bereaksi denganzat warna pakaian sehingga dapat memudarkan warna pakaian. Oleh karena itu, pemakaianpemutih ini harus sesuai petunjuk. 3. Pewangi Pewangi merupakan bahan kimia lain yang erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari.Kita dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Bahan pewangialami yang sudah kita kenal di antaranya diperoleh dari daun kayu putih, kulit kayu manis,batang kayu cendana, bunga kenanga, bunga melati, dan buah pala. Bahan pewangi sintetik biasanya dipakai dalam berbagai pewangi atau parfum dalam kemasan, seperti pada Gambar8.4. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanyamengandung zat-zat lain, seperti alkohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat. Selain alkohol, masih terdapat beragam zat tambahan lainnyayang sengaja ditambahkan ke dalam pewangi agar parfum mudah disemprotkan (zat tersebutberfungsi sebagai propelan). Di antara zat-zat tambahan yang dapat berfungsi sebagaipropelan tersebut ada yang dapat mencemari lingkungan. Propelan tertentu jika lepas keudara kemudian masuk ke atmosfer bagian atas akan merusak lapisan ozon (suatu lapisan diudara bagian atas yang melindungi manusia dari sinar-sinar berenergi tinggi, seperti sinarultra violet). Untuk itu, kita harus selektif ketika membeli produk berupa parfum, jangansampai mengandung bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan.
6 3 6