Jawabanmu

2014-08-19T13:15:52+07:00
Dikala sedih maupun senang.
Doni sangat perhatian terhadap Nita. Doni seringkali
mengorbankan kepentingan pribadinya demi Nita yang
sangat dihargainya. Doni tidak jarang meluangkan
banyak waktunya demi kepentingan sahabatnya tersebut.
Seperti halnya Doni, Nita juga bersikap yang sama
terhadap Doni. Nita sangat perhatian dan selalu
memastikan sahabat tercintanya ini dalam keadaan baik-
baik saja.
Jika ada masalah mereka saling berbagi dan mencoba
mencari jalan keluar bersama. Mereka terus menjalin
persahabatan baiknya meski pada saat-saat yang sangat
sulit. Doni tidak letih memberikan dorongan moril kepada
Nita tatkala Nita sedang dirundung banyak masalah.
Disisi lain, Nita juga selalu menjadi pelita dalam
kehidupan Doni dengan ketulusannya sebagai seorang
teman sejati.
Tanggal 12 bulan Nopember 1989 merupakan hari ulang
tahun Nita yang 18. Sore itu Nita mengundang Doni agar
jangan sampai melewatkan acara hari jadinya yang
sudah menginjak 18 tahun tersebut. Nita tentunya sangat
mengharapkan kedatangan Doni pada acara party ulang
tahunnya, terlebih lagi ini merupakan ulang tahunnya
yang ke 18 tahun yang tentunya ia sangatlah special.
Doni lantas berpikir untuk memberikan kado apa diulang
tahun sahabatnya yang special ini mengingat ulang
tahun sahabatnya kali ini adalah bertepatan dengan
usianya yang ke 18 tahun. Setelah selesai merenung
akhirnya Doni merasa menemukan sebuah kado yang
tepat yang akan diberikan kepada Nita dihari ulang
tahunnya nanti. Doni memang sangat perhatian dan
selalu ingin menjadi sahabat yang baik untuk Nita.
Malam itu tepat diadakannya acara pesta ulang tahun
Nita. Semua sahabat Nita yang diundang dalam acara
tersebut sudah terlihat ramai memenuhi rumah Nita
tempat diadakannya acara tersebut. Sudah jam 20.00 tapi
Doni mash belum terlihat batang hidungnya. Nita terlihat
murung menantikan kedatangan sahabat tercintanya
yang tidak juga kunjung datang padahal waktu sudah
semakin malam.
15 menit kemudian telepon rumah berdering. Ibu Nita
yang menjawab panggilan tersebut.
Ibu Nita : Hello… Siapa ini?
Doni : Ini aku Doni Tante, Nita nya ada Tan?
Ibu Nita : Oh kamu Don, kok nggak datang sih? Ni dari
tadi Nita nungguin kamu?
Doni : Justru itu Tan, aku mau minta maaf sama Nita
soalnya aku nggak bisa datang malam ini soalnya aku
masih dalam perjalan pulang, jalannya macet total.
Ibu Nita : Ok, Tante panggilin Nita.
Ibu Nita pun lantas menghampiri Nita yang masih
terlihat mundar-mandir dihalaman rumah.
Ibu Nita : Nita!
Nita : Ya bu
Ibu Nita : Telepon dari Doni
Nita bergegas menuju ruangan tempat dimana telepon
tersebut berada untuk menanyakan kepada sahabtanya
tersebut mengapa dia tidak datang padahal selama ini
dia selalu datang diacara ulang tahunnya tanpa pernah
absen sekalipun.
Usai selesai berbicara dengan Doni akhirnya Nita merasa
tenang dan lantas kembali kehalaman rumah untuk
berbincang-bincang dengan para sahabatnya yang hadir
pada acara tersebut.
Nita mengerti bahwa Doni adalah sahabatnya yang
sangat baik serta perhatian. Dia tidak akan melewatkan
acara pentingnya selagi dia masih sanggup berjalan.
Meski acara ulang tahunya yang ke 18 tahun in itidak
dihadiri sahabat tercintanya tersebut, namun setelah
Doni memberikannya kabar bahwa dia sedang terjebak
kemacetan Nita pun akhirnya sangat lega, dan dia tetap
percaya bahwa Doni merupakan sabat sejatinya yang
sangat baik dan senantiasa care terhadap dirinya.