Jawabanmu

2014-08-18T18:25:35+07:00
Pedagang
w : selamat pagi bu apakah saya boleh berwawancara dengan ibu
N : boleh
w  : sudah berapa lama ibu berjualan disini
N  : sudah 10 tahun saya berjualan disini
w : apa saja yang ibu ketahui tentang pasar ini? kelihatannya cukup bagus
N  : memang pasar ini memang cukup bagus, karena pasar ini selalu dijaga kebersihannya dan orang 2 disini juga saling bekerja sama dan tidak ada pertengkanran yang terjadi
w  : terimakasih bu atas informasinya semoga daganan ibu selalu laris ya bu
n  : sama-sama .
1 5 1
2014-08-18T18:27:49+07:00
Contoh Teks Wawancara Dengan Narasumber Polisi - Tertib Dalam Lalu Lintas
Nuris : “Selamat siang, Pak.”
Pak Agung Lakmono : “Selamat siang.”
Nuris : “Nama saya Nuris, Pak. Bolehkah saya tahu nama Bapak?”
Pak Agung Lakmono : “Tentu saja boleh. Saya Pak Agung Lakmono.” Nuris : “Saya ingin bertanya tentang aturan lalu lintas. Aturan lalu lintas itu contohnya apa saja, Pak?”
Pak Agung Lakmono : “Contoh aturan lalu lintas banyak sekali. Contohnya antara lain pengemudi kendaraan bermotor harus mempunyai surat izin mengemudi (SIM), pengendara sepeda motor harus memakai helm, menaati lampu lalu lintas, dan menaati rambu-rambu lalu lintas. Apabila adik akan menyeberang jalan harus melalui tempat penyeberangan jalan seperti jembatan penyeberangan dan zebra cross.”
Nuris : “Lalu, apa fungsi dari aturan lalu lintas itu, Pak?”
Pak Agung Lakmono : “Fungsinya untuk mengatur pengguna jalan raya. Supaya lalu lintas di jalan raya menjadi tertib dan teratur. Apabila tidak ada aturan lalu lintas, orang pasti akan berbuat semaunya. Akibatnya lalu lintas menjadi macet. Selain itu juga akan terjadi banyak kecelakaan. Jadi, aturan lalu lintas juga untuk menjaga keselamatan pengguna jalan itu sendiri.”
Nuris : “Jadi semua orang harus mematuhi aturan lalu lintas ya, Pak?”
Pak Agung Lakmono : “Betul sekali.”
Nuris : “Terima kasih, Pak,atas penjelasannya. Sekarang saya tahu pentingnya aturan lalu lintas.”
 Pak Agung Lakmono : “Terima kasih kembali. Hati-hati di jalan raya, ya!”
Nuris : “Baik, Pak.”