Jawabanmu

2014-08-28T17:19:53+07:00
1. Tanah Vulkanis a. Tanah Andosol        ·                     Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan ·                     Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur ·                     Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara ·                     Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi andosol b. Tanah Regosol ·                     Proses terbentuknya : dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar ·                     Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah ·                     Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa ·                     Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan) ·                     Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah ·                     Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi ·                     Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija ·                     Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan 2. Tanah Organosol a. Tanah Humus ·                     Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik ·                     Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur ·                     Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian ·                     Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara  Organosol b. Tanah Gambut ·                     Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa) ·                     Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur ·                     Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut ·                     Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan Tanah Gambut 3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu) ·                     Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar ·                     Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi ·                     Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan ·                     Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera 4. Tanah Podzol ·                     Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi ·                     Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur ·                     Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija ·                     Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua  Podsol 5. Tanah Laterit ·                     Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah ·                     Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur ·                     Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian ·                     Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara 6. Tanah Mergel ·                     Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan ·                     Ciri-ciri : tidak subur ·                     Pemanfaatannya : untuk hujan jati ·                     Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara 7. Tanah Terarosa (Kapur) a. Tanah Renzina ·                     Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi ·                     Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara ·                     Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati ·                     Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta Terarosa b. Tanah Mediteran ·                     Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen ·                     Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur ·                     Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati ·                     Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera  
23 3 23