Jawabanmu

2016-12-03T08:27:34+07:00
Untuk membuat karangan ekposisi dalam bahasa Sunda, setidaknya ada tiga hal atau unsur yang perlu diperhatikan atau perlu dilakukan, yaitu pertama memahami apa itu yang dimaksud dengan karangan eksposisi, unsur yang kedua adalah metoda apa yang akan digunakan dalam membuat karangan tersebut, dan unsur yang ketiga adalah tingkat penguasaan terhadap bahasa yang digunakan dalam karangan tersebut.

Membayangkan atau memahami apa itu karangan eksposisi, akan lebih mudah jika kita mengaitkannya dengan kata "expose" dalam bahasa Inggris yang sering kita dengar di TV tentang tayangan suatu "expose". Seperti kita kitahui, tayangan atau berita expose adalah suatu berita yang ditayangkan secara apa adanya, lugas sesuai fakta dan kejadiannya, tanpa ditambah opini atau pendapat lainnya. Demikian pula dengan karangan eksposisi, dapat didefinisikan bahwa karangan eksposisi adalah karangan yang dibuat apa adanya, lugas sesuai fakta dan kejadiannya, tanpa ditambah opini atau pendapat dari si pembuat karangan.

Berbicara mengenai karangan eksposisi, biasanya tidak akan terlupa untuk membandingkannya dengan karangan argumentasi. Karangan argumentasi adalah karangan yang dibuat atau berisi argumentasi, pendapat atau opini dari si pengarang tentang suatu hal. Karangan argumentasi sering juga dibuat berdasarkan pada fakta atau  suatu kejadian, tetapi biasanya fakta atu kejadian tersebut semata-mata digunakan untuk mendukung argumentasi, opini atau pendapat si pengarang.

Berbicara mengenai metoda atau cara yang perlu dilakukan untuk membuat suatu karangan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat suatu tulisan, tetapi ada satu cara atau rumus yang sangat ampuh dan dapat digunakan pada hampir semua jenis tulisan, mulai dari tulisan tentang cerita, dongeng, sampai pada surat resmi, surat tidak resmi atau bahkan surat lamaran kerja sekalipun, rumus tersebut adalah rumus yang sederhana dan sudah sangat dikenal yaitu 5W+1H (what, who, when, where, why dan how).

Sedangkan mengenai unsur tingkat penguasaan bahasa yang digunakan, bisa merupakan unsur yang sudah melekat lama pada si pengarang atau baru atau sedang dipelajari oleh si pengarang. Yang perlu diperhatikan dalam karangan ekposisi, khususnya untuk bahasa Sunda yang memiliki beberapa tingkatan bahasa, adalah pilihan kata-kata yang digunakan. Untuk sebuah karangan, biasanya digunakan tingkat bahasa yang agak biasa atau dalam istilah bahasa Sunda disebut bahasa "loma". Berikut adalah contoh karangan ekposisi yang menggunakan bahasa Sunda :

Acara 17 Agustusan Warga

Pikeun ngareuah-reuah poe kamerdekaan atawa sering disebut oge acara 17 Agustusan, geus jadi tradisi atawa kabiasaan di unggal tempat di Indonesia, sok diayakeun acara anu mangrupa sababara kagiatan lomba atawa pertandingan saperti badminton, pingpong, basket, futsal, catur, balap karung, lomba dahar kurupuk, jeung sajabana.

Kitu oge warga di kompleks perumahan Suka Senang kalurahan Marga Sari, khusuna warga RW 09, teu katinggaleun ngayakeun oge acara 17 Agustusan taun ieu anu pesertana nyaeta barudak, pamuda, sarta ibu bapa warga nu aya di RW 09.

Acara 17 Agustusan eta dilaksanakeun ti mimiti tanggal 10 Agustus nepi ka tanggal 15 Agustus. Waktuna unggal poe, dina poe Saptu jeung Minggu acara dilakukeun ti mimiti jam 10 isuk-isuk nepi ka jam 10 peuting. Tapi dina poe Senin nepi ka Jumat mimiti ti jam 4 sore nepi ka jam 9 peuting.

Tempat anu dugunakeun pikeun ngareuah-reuah poe kamerdekaan teh aya sababara tempat, nyaeta lapangan badminton di hareupeun masjid nu digunakeun pikeun pertandingan badminton, pingpong jeung pertandingan dina poe tanggal 17 Agustus na saperti balap karung, lomba dahar kurupuk. Lapangan basket digunakeun pikeun pertandingan basket jeung futsal, sarta balai warga RW digunakeun pikeun pertandingan catur.

Acara 17 Agustusan warga 09 geus rengse dilaksanakeun, ampir unggal warga anu aya bisa berpartisipasi dina eta acara. Dina acara puncak 17 Agustusan, salian ti acara mere hadiah pikeun nu jadi juara lomba atawa pertandingan, oge diayakeun acara kesenian warga.
1 5 1