Jawabanmu

2014-02-09T21:42:24+07:00
Lampu menyala walaupun redup, ada gelembung2 udaranya
2014-02-09T21:44:38+07:00
1. Pada umumnya zat
terlarut berupa senyawa
ion dan senyawa kovalen
polar.
2. Dapat menghantarkan
arus listrik.
3. Dapat terurai menjadi
ion-ion.
4. Bila diuji dengan alat
elektrolit lampu akan
menyala dan atau timbul
gelembung pada suatu
larutan.
5. Derajat Ionisasinya
antara 0 < α ≤ 1 Ciri-ciri
Larutan Nonelektrolit : 1.
Pada umumnya zat yang
terlarut berupa senyawa
kovalen.
2. Tidak ddapat
menghantarkan arus
listrik.
3. Tidak dapat terurai
menjadi ion-ion.
4. Bila diuji dengan alat
elektrolit lampu tidak
akan menyala dan tidak
timbul gelembung pada
suatu larutan.
5. Derajat Ionisasinya
ialah 0 ( α = 1 [Tidak
terionisasi] )
Berdasarkan
kekuatandaya hantar
listriknya, larutan
elektrolit dibedakan
menjadi 2, yaitu :
1. Larutan elektrolit kuat :
Contoh senyawa : NaCl,
KCl, KBr, HNO3, HBr, H2SO4
2. Larutan elektrolit
lemah :
Contoh senyawa :
CH3COOH, HCOOH, HF,
H2CO3, NH4OH
Keterangan :
Merah : Logam (Untuk H
bisa juga Non logam)
Hijau : Non logam
Biru : Ionik (Campuran
Logam dan Non Logam
dalam 1 unsur)
Untuk mengetahui dari
alat uji elektrolit manakah
yang termasuk elektrolit
kuat dan elektrolit lemah,
bisa kita lihat. Jika suatu
larutan di uji cobakan
dengan alat uji elektrolit
lampu menyala terang
dan timbulnya gelembong
di eletroda berarti
menandakan bahwa
larutan itu termasuk
larutan elektrolit kuat.
Semenatara untuk larutan
elektrolit lemah
dditanddai jika jika di uji
cobakan maka lampu
akan menyala redup atau
tidak menyala sama sekali
namun masih timbul
gelembung di
elektrodanya.
Untuk menentukan
manakah elektrolit yang
kuat dan lemah menurut
penamaan senyawa bisa
dilihat dari senyawanya.
Jika senyawanya terdapat
unsur logam semua atau
ada yang non logam
bercampur berarti bisa
dikatakan bahwa unsur
itu merupakan larutan
elektrolit yang kuat.
Sementara jika terdapat
unsur yang semuanya
non-logam namun
terpisah dari jumlah unsur
yang ada berarti unsur itu
dikatakan sebagai larutan
lemah.
Dalam konsep elektrolit
ini timbul sebuah
pertanyaan yaitu,
mengapa larutan
elektrolit dapat
menghantar listrik
sedangkan larutan
elektrolit tidak ?
Pertanyaan ini merupakan
pekerjaan rumah para ahli
sekitar akhir abadd 19.
Pada tahun 1887,
Arrhenius berhasil
menjelaskan hantaran
listik dengan teori ionisasi.
Menurut Arrhenius, larutan
elektrolit dapat
menghantarkan listrik
karena mengandung ion-
ion yang bergerak bebas.
Contohnya :
NaCl → Na+(aq) + Cl-(aq)
HCl(g) → H+(aq) + Cl-(aq)
NaOH(s) → Na+(aq) + OH-
(aq)
CH 3COOH(l) ↔ CH3COO
+(aq) + H-(aq)