Jawabanmu

2014-08-14T18:42:42+07:00
A. Tanah AndosolProses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukanCiri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat suburPemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemaraPersebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesib. Tanah RegosolProses terbentuknya : dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasarCiri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendahPemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapaPersebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggarac. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendahCiri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosiPemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawijaPersebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan2. Tanah Organosola. Tanah HumusProses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organikCiri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat suburPemanfaatannya : sebagai lahan pertanianPersebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggarab. Tanah GambutProses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak suburPemanfaatannya : untuk pertanian pasang surutPersebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasarCiri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasiPemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutanPersebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera4. Tanah PodzolProses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggiCiri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang suburPemanfaatannya : untuk pertanian palawijaPersebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua5. Tanah LateritProses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanahCiri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak suburPemanfaatannya : untuk lahan pertanianPersebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara6. Tanah MergelProses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujanCiri-ciri : tidak suburPemanfaatannya : untuk hujan jatiPersebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara7. Tanah Terarosa (Kapur)a. Tanah RenzinaProses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggiCiri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur haraPemanfaatannya : untuk palawija, hutan jatiPersebaran : Gunung kidul , Yogyakarta
36 4 36