Jawabanmu

2014-08-14T18:35:10+07:00
Tranmisi sinkron,
Pada tranmisi sinkron, data
dikirim dalam bentuk berkelompok
(blok) dalam kecepatan yang
teteptanpa bit awal dan bit ahir.
Awalan blok ( start block) dan
akhiran blok (stop block)
diidentifikasikan dalam bentuk bytes
dengan susunan yang spesifik.
Clock pada penerima dioprasikan
secara kontinyu dan dikunci agar
sama dengan clock yang ditrima
pengirim.
Untuk mendapatkan keadaan
yang sesuai, informasi clock harus
dikirimkan lewat jalur yang sama
bersama-sama dengan data dan
memanfaatkan metode pengkodean
tertentu sehingga informasi clock
dapat diikutsertakan. Data
dikirimkan secar terus menerus
tanpa adanya gap atau pembatas.
Sedangkan clock dapat ditempatkan
di bagian terminal, pada perangkat
interface ataupun pada bagian
modem.
Pada pengiriman sinkron,
data dikirim tanpa gap sehingga
diperlukan adanya buffering yang
baik pada pengirim dan pe-nerima.
Pemakaian bufering tersebut
membuat pengiriman sinkron
memerlukan biaya implementasi
yang lebih mahal tetapi dapat
bekerja dengan baik pada laju yang
lebih tinggi. Laju pengiriman dapat
diubah dengan mengubah clock
pengiriman dan kecepatan data pada
waktu yang sama.
Saluran-saluran sinkron
banyak dimanfaatkan
pada host jaringan komputer. Hal itu
mengingat throughput yang lebih
besar yang diperlukan untuk
sejumlah terminal yang dihubung-
kan pada bagian CPU.
Veriasi ukuran frame mulai
1500 byte sampai 4096 byte. Dalam
komunikasi sinkron, sbh line 56
kbps mampu membawa data sampai
7000 byte per detik. Contoh interface
berbasisi transmisi sinkron :
Ethernet.
contoh : pengiriman pesan
1600 bit
- Transmisi sinkron
>overhead = 100/
(1600+100)x100%=5,88%
- Transmisi asinkron >
overhead =400/(1600+400)100%=20%
Secara prinsip primary akan
selalu kirim log terbaru jika standby
terkoneksi. Dan jika terjadi gap
karena putus koneksi, akan ada gap
resolve oleh fal dan akan request
gap log ke promary (terlihat jelas di
alert log).
Yang jadi malsah adalah pada
beberapa situasi, bisa terjdi archived
log yang seharusnya ada tidak
tersedia di primary ketika di minta
standby.
Akibatnya memang tidak pernah
singkron.
Jdi, log selanjutnya
walaupun lengkap, jika terjadi
missing 1 aja log terdahulu dan
belum apply, maka standby tidak
bisa singkron selama laog tersebut
tidak tersedia (terhapus, coorupt,
backup archived log gagal restore).
Kelebihan transmisi sinkron : untuk
blok data yg panjang, jauh lebih
efesien dibandingkan transmisi
asinkron, dan transmisi asinkron
memerlukan overhead sebesar 20%
atau lebih.
Transmisi Asinkron ,
Jika pada transmisi sinkron
tidak memiliki bit awalan dan
akhitan, maka transmisi tak sinkron
memiliki kedua bit tersebut. Pada
transmisi ini, informasi akan
diuraikan menjadi karakter dan
masing masing karakter tersebut
memiliki bit yang diidentifikasikan
sebagai awalan blok (star block)
dan bit akhiran blok (stop block).
Pengiriman data tak sinkron ini lebih
sederhana dibanding-kan dengan
pengiriman data sinkron karena
hanya isyarat data saja yang
dikirimkan. Clock penerima
dibangkitkan secara lokal di dalam
penerima dan tetap dijaga agar
sesuai dengan clock pengirim. Bit
awal dan bit akhir yang dikirimkan
tidak membawa informasi tetapi
hanya menunjukkan awal dan akhir
setiap
karakter. Seperti pada gambar
4.4, terlihat bahwa setiap karakter
memiliki panjang 10 bit dengan
perincian sebagai berikut:
1 bit awalan blok.
1 bit akhiran blok.
7 bit berisi data.
1 bit sebagai paritas (bit ke
delapan).
Sistem tak sinkron tidak begitu
efisien karena hanya 7 dari 10 bit
karakter yang dikirim berisikan
informasi sesungguhnya. Sedangkan
3 informasi hanya sebagai pelengkap
pengiriman.
Pada aplikasinya, saluran tak
sinkron banyak digunakan un-tuk
komunikasi terminal-terminal dalam
lingkungan rumah (within
house}. Kanal seri pada setiap PC
menggunakan metode pengiriman
tak sinkron untuk
menghubungkannya ke printer,
modem atau peralatan eksternal
lainnya seperti scanner dan lain-lain
sehingga dapat dioperasikan
sebagai intellegent terminal. Dari
sisi biaya, metode tak sinkron juga
lebih murah dibanding-kan dengan
metode sinkron karena setiap byte
yang diterima dibedakan dengan bit
awal dan bit akhir sehingga dapat
melaku-kan penyesuaian dengan
mudah.
Sedangkan kelemahan metode
transmisi tak sinkron adalah hanya
cocok digunakan untuk laju
transmisi yang rendah dengan dua
penyebab sebagai berikut:
Bahwa clock yang beroperasi
bebas hanya memenuhi syarat pada
laju yang rendah.
Adanya bit awal dan bit akhir
mengurangi efisiensi pengiriman bit
sebesar 20 %.
Awal dari suatu karakter
ditandai dengan start bit dengan
nilai biner 0, bit bit untuk karakter
diikuti oleh suatu bit parity, yaitu
pada posisi MSB ( Most Significant
Bit). Setelah bit parity, dikirimkan
stop bit dengan nilai biner 1.
Contoh : jika karakter ABC dikirim
tanpa bit parity dengan kode ASCII.
Maka pola bitnya adalah
01000001100100001101100001111...
1 frame = karakter + start bit +
stop bit.