Jawabanmu

2014-08-11T20:00:26+07:00
JAKARTA, JO- Majunya Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pilpres 9 Juli 2014 mendatang membuat sejumlah kalangan mempertanyakan kembali konsistensi gubernur DKI Jakarta itu untuk membangun DKI Jakarta.

Hal itu dipertanyakan karena dalam pelantikannya, suami Iriana ini telah bersumpah dan berjanji untuk menuntaskan dan merampungkan permasalahan yang ada di Jakarta. 

"Dia (Jokowi) kan sudah bersumpah saat dilantik jadi gubernur DKI Jakarta siap melaksanakan tugasnya sampai selesai," ucap Wakil Ketua DPRD DKI H Lulung Lunggana di sela-sela acara Dialog Interaktif Pilpres 2014 dengan bertema 'Jokowi Mundur atau Cuti' yang diselenggarakan oleh Koran Harian Nonstop di Hall Dewan Pers, Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Rabu(14/5). 

Sementara Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik berpendapat, jika Jokowi merasa optimis memenangkan Pilpres 2014 mendatang, maka Jokowi harusnya menyerahkan jabatannya kepada wakilnya yakni Basuki Tjahaja Purnama.

"Kalau udah merasa yakin menang ya mundur dari jabatan gubernur, sehingga tugasnya dilaksanakan wakilnya," kata Taufik. 

Pada kesempatan yang sama, Ashraf Ali, anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar mengungkapkan soal permasalahan mundur atau cuti Jokowi terkait kemampuan untuk memimpin.

"Yang menjadi kekhawatiran Pak Taufik, persoalan mundur bukan persoalan menjadi presiden. Seorang yang tidak mampu harusnya memang mundur. Kita lihat regulasinya bagaimana, kalau tidak ada regulasi yang mengatur, ya nggak usah mundur," ungkapnya. (hw)
2014-08-11T20:09:50+07:00
Dibutuh kan waktu yg lama untuk menjelaskanya aku mau tidur dlu