Jawabanmu

2014-08-10T12:58:02+07:00
a.       Sidang pertama BPUPKI (29 Mei 1945-1 Juni 1945)Dalam sidang pertama membahas tentang dasar negara. Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam pembukaannya meminta pandangan dari anggota mengenai dasar Negara Indonesia.Sidang ini menekankan bahwa sesuatu yang akan dijadikan dasar negara hendaknya dicari dan digali dari nilai-nilai yang sudah berakar kuat dari hati dan pikiran rakyat. Selain itu agar dapat diterima secara bulat dan diduking oleh seluruh lapisan masyarakat. Beberapa tokoh yang mengajukan konsep tentang dasar negara adalah Mr. Mohamad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Soekarno.Dalam pidatonya , Ir. Soekarno juga memberi usul nama dasar Indonesia merdeka, yaitu Pancasila, Trisila, Dan Ekasila. Dalam rapat 1 Juni 1945, nama yang dipilih untuk dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diperingati sebagai hari lahirnya pancasila. Dengan berakhirnya rapat pada tanggal 1 juni 1945, maka selesailah pelaksanaan persidangan pertama BPUPKI.Dalam pertemuan ini pula dibentuk lagi panitia kecil yang beranggotakan sembilan orang sehingga disebut panitia sembilan. Ketua panitia sembilan adalah Ir. Soekarno, dengan anggotanya Drs. Mohamad Hatta, Mr. Muhamad Yamin., Mr. Ahmad Soebardjo, Mr. A.A Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wachid Hasim, H. Agus Salim, dan Abikusno Tjokrosujoso. Tugas panitia sembilan adalah menyusun rencana pembukaan undang-undang dasar.Dalam persidangan yang dilakukan panitia sembilan menghasilakn rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan negara indonesia merdeka. Rumusan dasar negara yang dihasilkan oleh panitia sembialan adalah sebagai berikut:1.      Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemelik-pemeluknya.2.      (Menurut) dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.3.      Persatuan Indonesia.4. (Dan) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.5.   (serta mewujudkan sesuatu) keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.Dengan berhasilnya merumuskan calon dasar negara tersebut, maka tugas panitia sembilan selesai pada tanggal 22 Juni 1945. Rumusan dasar negara oleh panitia sembilan oleh mr. Muhamad yamin disebut “Piagam Jakarta” atau “Jakarta Charter”. Rancangan itu diterima secara bulat dan sepakat untuk dimatangkan dalam sidang kedua bpupki mulai tanggal 10 juli 1945. b.      Persidangan Kedua BPUPKI (10 Juli 1945-16 Juli 1945)Sidang BPUPKI memiliki agenda khusus yaitu memepersiapkan rancangan Undang-Undang Dasar, termasuk juga pembukuannya. Sebelum BPUPKI mulai sidang yang kedua, bangsa Indonesia telah memiliki rancangan undang-undang dasar yang telah disusun oleh panitia sembilan yang dikenal dengan istilah “Piagam Jakarta” atau Jakarta Charter”. Dalam sidang ini dibentuk panitia perancang undang-undang dasar, yang pada akhirnya bersepakat bahwa preambule atau pembukaan diambil dari piagam jakarta.Dalam persidangan BPUPKI yang kedua (10 Juli 1945 – 16 Juli 1945) yang membahas undang-undang dasar menetapkan bahwa bentuk Negara Indonesia adalah Republik dan wilayah Indonesia yakni seluruh wilayah Kepulauan Indonesia yang semula wilayah kekuasaan hindia belanda.Sebelum sidang BPUPKI berakhir, panitia perancang undang-undang dasar melaporkan hasil dari sidang yaitu:1.      Pernyataan Indonesia merdeka.2.      Pembukaan Undang-Undang Dasar.3.      Undang-Undang Dasar itu sendiri dan batang tubuh.Dengan keberhasilan panitia perancang undang-undang menyusun rancangan undang-undang dasar, maka tugas bpupki dinyatakan telah selesai dan dibubarkan. c.       Pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)Pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dibom atom oleh Amerika Serikat yang tergabung dalam pasukan sekutu. Bayangan kekalahan makin menghantu para pemimpin Jepang. Dalam keadaan semacam itu, Jepang seakan akan hendak mewujudkan janjinya kepada bangsa Indonesia untuk merdeka. Oleh karena itu, pada tanggal 7 Agustus 1945 diumumkan pembentukan panitia persiapan kemerdekaan  indonesia (PPKI) atauDocuritsu Jumbi Inkai. PPKI dibentuk oleh Jepang dengan anggota berjumlah 21 orang.Pada tanggal 9 Agustus 1945, Nagasaki juga dibom atom oleh pasukan Amerika Serikat. Akibat pengeboman itu, jepang makin tidak berdaya. Oleh karena itu, jenderal besar Terauchi selaku panglima tentara umum selatan, yang mengepalai semua tentara Jepang di seluruh Kawasan Asia Tenggara, memanggil Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat agar datang ke markas di Dalat (Vietnam ).Rombongan pemimpin Indonesia berangkat ke Dalat, Vietnam pada tanggal 9 Agustus 1945. Mereka melakukan pertemuan besar dengan Jenderal Terauchi pada tanggal 12 Agustus 1945. 
5 3 5
2014-08-10T13:11:21+07:00
Terbentuknya dasar negara,yaitu pancasila sebagai pedoman hidup bangsa
3 3 3