Jawabanmu

2014-08-10T06:49:58+07:00
Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Organisasi untuk Mewujudkan Mahasiswa Cerdas Berintelektualitas

Mahasiswa merupakan golongan masyarakat yang mendapatkan pendidikan tertinggi, dan memiliki perspektif luas untuk bergerak diseluruh aspek kehidupan dan merupakan generasi yang bersinggungan langsung dengan kehidupan akademis dan politik. Mahasiswa dan intelektualitasnya merupakan sebuah keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Mahasiswa tanpa intelektualitas seperti sebuah pohon tanpa akar.  Intelektualitas adalah seperangkat sikap dan perilaku yang lebih bijak, lebih mengarahkan kepada pendekatan otak dan rasional serta selalu mempertimbangkan apa yang akan diambil berdasarkan resiko yang akan terjadi. orang intelektual adalah orang yang selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pertimbangan rasional dibandingkan emosional. Mahasiswa dengan intelektualitas artinya mahasiswa yang mampu mengaplikasikan ilmu yang di milikinya dengan melakukan pendekatan otak dan rasional. Mahasiswa sebagai insane akademis, pencipta serta pengabdi masyarakat yang tentunya merupakan asset besar bagi negara dalam menciptakan sebuah perubahan yang akan membawa dampak besar terhadap negara. Pengkaderan – pengkaderan terhadap mahasiswa harus terus di tingkatkan untuk mengoptimalisasi peran dan fungsi mahsiswa.
Dewasa ini, mahasiswa telah di ketahui memiliki peran dan fungsi sebagai iron stock, agent of change, guardian of value dan social control. Yang di maksud dengan peran dan fungsi mahasiswa sebagai iron stock adalah mahasiswa diharapkan itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan yang memiliki mental tangguh dan akhlak yang mulia. Dalam konsep Islam sendiri, peran pemuda sebagai generasi pengganti tersirat dalam Al-MaidaH ayat 54
ا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“ Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap kras terhadap orang-orang kafr, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada claan orang yang suka menela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. “
Ayat diatas setidaknya telah menggambarkan sosok pemuda sebagai pengganti generasi yang sudah rusak dan memiliki karakter mencintai dan dicintai, lemah lembut kepada orang yang beriman, dan menciptakan sebuah pembaharuan di tengah lingkungan dan masyarakat disekitarnya.