Jawabanmu

2014-08-08T22:56:25+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
                                   "Kupu-Kupu Berhati Mulia"
- Orientasi :
   Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berda di taman itu.
- Komplikasi :
   Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi kemana-mana.
   "Hei, kepompong alangkah jelek nasibmu. kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah ?"
   Sang semut membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat yang ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
   Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
   "Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong......!"
- Resolusi :
    Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut.
    "Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu."
    Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
    Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.
   Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut.
   "Aku adalah kepompong yang pernah diejek," kata si kupu-kupu.
   Ternyata, kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya.
- Koda :
   Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.
2014-08-08T23:17:33+07:00
Pemuda yang Beteriak Serigala

Suatu ketika, ada penggembala muda yang menggembala domba-dombanya di kaki gunung dekat hutan gelap. Sungguh sangat kesepian baginya melihat domba sepanjang hari. Tidak ada yang dekat, kecuali tiga petani yang kadang-kadang ia bisa melihat bekerja di sawah di bawah lembah.

Suatu hari anak itu memikirkan rencana yang akan membantunya mendapatkan teman dan bersenang-senang. Dia berlari ke arah lembah berteriak, "Serigala! Serigala! "

Orang-orang pun berlari untuk menemui dia, dan setelah mereka mencari tahu tidak ada serigala sama sekali, satu orang masih berbicara dengan anak sejenak.

Anak itu sangat menikmati pertemanan tersebut sehingga beberapa hari kemudian ia mencoba tipuan yang sama lagi, dan lagi orang-orang berlari untuk membantunya.

Beberapa hari kemudian, serigala sungguhan datang dari hutan dan mulai mencuri domba. Terkejut anak itu berlari ke arah lembah dan ia berteriak lebih keras dari sebelumnya, "Serigala! Serigala! "

Tapi orang-orang yang telah tertipu dua kali sebelumnya tersebut berpikir bahwa anak itu menipu mereka lagi. Jadi tidak ada yang datang untuk membantu anak itu menyelamatkan domba-dombanya.

Moral: Jika kamu sering tidak berkata jujur, orang tidak mempercai kamu bahkan ketika kamu mengatakan hal yang sebenarnya.

Anitiffanifebha penyelesaian nya sama klimak nya yg Mana ?