Jawabanmu

2014-08-08T21:15:01+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Contoh Cerpen Lucu
Seorang Profesor
Profesor Carter berjalan kaki mengunjungi rumah seorang temannya yang terletak di ujung jalan. Setelah makan malam dan bermain catur, dia berpamitan hendak pulang. Tapi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan angin bertiup sangat kencang.

"Jangan pulang dulu, hujan sangat deras dan udara sangat dingin juga. Menginap saja di sini!," cegah temannya. Sang Profesor segera menyetujui tawaran tersebut. Maka temannya itu masuk ke dalam rumah dan menyuruh istrinya untuk menyiapkan tempat tidur.

Ketika dia keluar lagi ke ruang tamu, ternyata Profesor itu sudah tidak ada. Dia dan istrinya mencari-cari ke segala sudut rumah, tetapi tidak menemukan Profesor.

Tiba-tiba terdengar orang membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
"Profesor Carter! Darimana saja engkau?" seru temannya.
"Ya? aku pulang sebentar ke rumah untuk mengambil baju tidurku," jawab Profesor.

2014-08-08T21:16:46+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Orientasi   Pada Suatu hari hiduplah seekor kancil dan kera yang serakah di dalam hutan yang   sangat lebat, di dalam hutan yang sangat lebat  itu ada seekor kancil yang sedang mencari makan. Dia berjalan kesana kemari mencari buah-buahan yang bisa dimakan. Saat itu, tibalah sang kancil disuatu tempat yang banyak buah pisangnya. “Hemm.. alangkah nikmatnya bila aku bisa memetik buah-buah itu”, pikirnya dalam hati.                     komplikasi   Saat sang kancil sibuk memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menikmati buah pisang itu, tiba-tiba dilihatnya seekor kera yang tengah melintas di hadapannya. Kancil pun meminta tolong kepada kera itu untuk mengambilkan buah pisang itu. Baiklah.., kata sang kera. Segera ia naik dan memetik buah pisang tersebut. Tetapi sesampainya di atas, dia memakan semua buah pisang tersebut dan tidak menyisakan sedikitpun untuk sang kancil.
sang kancil pun marah dan bertanya pada sang kera “hai kera, kenapa kau tidak menyisakan sedikitpun untuk ku” Maafkan aku hai kancil, buah-buah pisang ini terlalu nikmat untuk kubagi dengan mu, kata sang kera sambil meledek sang kancil.
sang kancil pun kesal dan dia pergi.
Keesokan harinya sang kancil kembali bertemu sang kera. Sang kancil ingin memberi pelajaran kepada sang kera.kemudian sang kancil bertemu kepada sang kera dan dia menyapanya. Hai kera.. bagaimana kabarmu hari ini. Aku ada kabar baik untukmu, kata kancil pada sang kera.
“Oh ya.. kabar apa sang kancil?”.
“Begini.. aku dengar pak tani sedang panen buah-buahan”. “Buah-buah itu sudah matang & berwarna merah segar”. “Tidak tertarikkah kau untuk mencicipinya?”,tanya sang kancil lagi.
Tanpa berpikir panjang sang kera segera berlari menuju kebun pak tani. Sang kancil hanya mengikutinya dari belakang.
Setibanya dikebun pak tani, sang kera segera memetik dan memakan buah itu.
“Ahhhh.. buah apa ini”, keluhan si kera. “Lidah ku seperti terbakar.. aaahhhh…tenggorokkanku”, jeritnya sambil memegang tenggorokannya.
Resolusi Sang kancil melihat kejadian itu tersenyum dan berkata " itulah buah dari keserakahan mu hai kera" "yang kau makan itu buah cabe. makanya rasanya pedas" . kata si kancil sambil berlalu meninggalkan kera yang tengah kesakitan.
1 2 1