Weber bilang begini: a state is a human community that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory. Note that 'territory' is one of the characteristics of the state. Specifically, at the present time, the right to use physical force is ascribed to other institutions or to individuals only to the extent to which the state permits it. The state is considered the sole source of the 'right' to use violence. Hence, 'politics' for us means striving to share power or striving to influence the distribution of power, either among states or among groups within a state. sumber: Hans Heinrich Gerth and Charles Wright Mills, From Max Weber: Essays in Sociology, New York: Oxford University Press, 1946. P. 78

Disini Weber memberikan definisi mengenai negara yang dapat dikatakan memuat unsur negara modern. Weber mengemukakan mengenai batasan negara dan penggunaan kekuasaan yang legal oleh sebuah negara dalam wilayahnya sendiri dimana penggunaan kekuasaan itu di atribusikan pada institusi yang berwenang. Disini secara tidak langsung diangkat teori Weber yang lain yaitu Rational-Legal Authority, dimana dalam negara modern, penggunaan kekuasaan didasarkan pada rasion yang bersumber pada hukum. Weber memandang negara sebagai institusi yang rasional dan berdasarkan hukum dimana penggunaan kekuasaan didasarkan pada logika hukum yang benar