Jawabanmu

2014-08-08T02:18:42+07:00
Kidung Harsawijaya Adalah haram bagi seorang raja mati terbunuh oleh tentara musuh dalam keputrian.
" Lawanlah musuh yang datang menyerang ! ”
Nasihat Mpu Raganata kepada Prabu Kertanegara
yang terlena di Kaputren pada saat balatentara Daha menyerbu Singosari.

Patih memberitahukan kepada sang prabu.
Padukanata dapat disamakan dengan orang yang sedang berburu,
hendaklah waspada memilih saat dan tempat yang setepat-tepatnya.
Pergunakan saat yang sebaik-baiknya.

Sekarang inilah saat yang paling baik dan paling tepat.
Tegal sedang tandus;
tidak ada rumput,
tidak ada ilalang;
daun-daun sedang gugur,
berhamburan ketanah.

Bukitnya kecil-kecil,
jurangnya tidak berbahaya,
hanya didiami harimau yang sama sekali tidak menakutkan.

Tidak ada kerbau, sapi, dan rusa yang bertanduk.
Jika mereka sedang menyenggut,
baiklah mereka diburu.
Pasti tidak berdaya.

Satu-satunya harimau yang tinggal adalah harimau guguh,
sudah tua renta, yakni empu Raganata.
Belajarlah dari sejarah Kekosongan kekuatan Di pusat kekuasaan Akan sangat memudahkan musuh untuk berani datang dan menyerbu
serta merebut kekuasaan
melalui
pemberontakan
dan
kudeta.

Kidung Harsa Wijaya mengabarkan:

Atas nasehat sang pertapa mereka (Raden Wijaya) menyebrang ke Madura untuk minta bantuan Arya Wiraraja. Dan di Madura Raden Wijaya menentukan saat yang tepat, untuk merencanakan kembalinya atau merebut kerajaannya.

Kepada Wiraraja ia berjanji akan memberikan separuh kerajaan atas jasa-jasanya dan bantuannya yang tidak terhingga.
2014-08-08T04:21:11+07:00
Aku yang ini,

kidung harsa wijaya mengabarkan:
atas nasehat yang pertapa mereka (raden wijaya) menyebrang ke madura untuk minta bantuan arya wiraraja. dan di madura raden wijaya menentukan saat yang tepat, untuk merencanakan kembalinya atau merebut kerajaannya.
kepada wiraraja ia berjanji akan memberikan separuh kerajaan atas jasa-jasanya dan bantuannya yang tak terhingga.

harsa wijaya itu raden wijaya, ceritanya tentang setelah kertanegara dibunuh jayakatwang terus raden wijaya kabur ke arya wiraraja