Jawabanmu

2014-03-15T20:05:20+07:00
Sebelum berdirinya kerajaan-kerajaan Islam, di Jawa telah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu dan kerajaan-kerajaan Budha yang cukup kokoh dan tangguh, bahkan sampai saat ini hasil peradabannya masih dapat disaksikan. Misalnya, candi Borobudur yang merupakan peninggalan Budha Mahayana dan kelompok candi Roro Jonggrang di desa Prambanan dan peninggalan-peninggalan lainnya yang tersebar di Jawa. Setelah agama Islam datang di Jawa dan Kerajaan Majapahit semakin merosot pengaruhnya di masyarakat, terjadilah pergeseran di bidang politik. Menurut Sartono, islamisasi menunjukkan suatu proses yang terjadi cepat, terutama sebagai hasil dakwah para wali sebagai perintis dan penyebar agama Islam di Jawa. Di samping kewibawaan rohaniah, para wali juga berpengaruh dalam bidang politik, bahkan ada yang memegang pemerintahan. Otoritas kharismatis mereka merupakan ancaman bagi raja-raja Hindu di pedalaman. Pengembangan politik para wali yang semula berkedudukan di kota-kota pantai, ternyata tidak dapat dipertahankan oleh penerusnya. Akhirnya, pusat aktivitas politiknya pindah ke peĀ­dalaman yang semula kuat kehinduannya, bahkan sampai ke Madura dan kota-kota lain di Nusantara. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, pendirinya adalah Raden Patah seorang putra raja Majapahit. Daerah ini diberikan kepada Raden Patah yang menjadi Raja pertama Demak, keturunan Raja Majapahit yang terakhir (dari zaman sebelum islam), yang dalam legenda bernama Brawijaya. Ibu Raden Patah konon adalah seorang putri Cina dari Keraton Majapahit.
Adapun nama Patah merupakan perubahan dari kata Arab Fattah yang berarti pembuka. Maksudnya, pembuka pintu gerbang kemenangan, dan nama sebelumnya adalah Pangeran Jinbun, tatkala dia memperdalam agama Islam kepada Sunan Ampel, dan Raden Rahmat, dia pun memperoleh gelar Fattah. Raden Patah terang-terangan memutuskan segala ikatannya dengan Majapahit yang sudah tidak berdaya lagi. Dengan bantuan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur yang sudah Islam, srperti Jepara, Tuban, dan Gresik di samping dapat mendirikan kerajaan Islam dia juga dapat merobohkan Majapahit. Kemudian dia memindahkan semua alat upacara kerajaan dan pusaka-pusaka Majapahit ke Demak, sebagai lambang tetap berlangsungnya kerajaan kesatuan Majapahit, tetapi dalam bentuk yang baru. Dia resmi menjadi Sultan Demak Pertama, bergelar Sultan Sri Alam Akbar. Selanjutnya, Demak dijadikan pusat dan benteng agama Islam untuk wilayah barat dan Giri untuk wilayah timur. Akan tetapi dalam hal Demaklah yang menjadi pemimpin seluruh pesisir dalam usaha menanam kekuatan di Jawa.

Wali Songo dalam perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan. Jika boleh disebut, merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Kerajaan Islam di tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Namun, keberadaan Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa.