Jawabanmu

2014-08-07T16:24:14+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Horas, Radja. Kamu lahir di mana dan kapan?
Saya lahir dan besar di kota Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988. 

Orangtuamu?
Ibu saya orang Belgia, ayah saya dari Indonesia. Namun sejak masih kecil orangtua saya itu berpisah, ayah saya kemudian kembali ke Indonesia.

Bagaimana riwayat karir kamu?
Setelah menimba ilmu sepakbola di klub lokal bernama K.F.C. Germinal Beerschot, saya direkrut klub Italia Piacenza saat masih berusia 17 tahun. Dua tahun di tim yunior, pada 2007 saya mulai bermain di tim pertama klub tersebut, sebelum kemudian pindah ke Cagliari pada tahun 2010 hingga sekarang. 

Siapa pemain panutan Anda?
Saya mengambil hal-hal yang positif dari setiap pemain bola yang bagus. Saya mengambil sisi-sisi baik dari mereka. Saya bisa belajar setiap hari untuk membuat saya menjadi pemain yang lebih bagus lagi.

Punya pemain dan klub favorit?
Saya suka permainan Barcelona, mereka bermain bagus dan mereka punya pemain bintang. Anda bisa melihat stadionnya, pendukungnya, dan anda bisa melihat ahbwa mereka ingin mencapai suatu prestasi yang besar, dan setelah beberapa tahun mereka berhasil memenangi banyak gelar.
Lionel Messi adalah pemain idola saya meski kami berposisi berbeda. Dia pemain yang bisa menjadi pembeda dalam pertandingan. Itu kenapa saya sangat mengidolai dia.
Untuk saat ini mereka sedang mengalami masa sulit, tapi saya yakin mereka bisa bangkit. Mereka top lah, dan mereka tim favorit saya.

Anda bermain bagus buat Cagliari musim lalu. Rahasianya?
Saya bermain dan bekerja keras. Kadang-kadang saya bersikap keras terhadap diri sendiri untuk kemajuan tim. Hal ini merupakan kualitas diri saya, karena tidak mudah bermain bola. Karena mungkin, saya bisa melihat momen yang tepat untuk mendapatkan bola lawan secara mudah, sebelum akhirnya bola itu datang kepada mereka.

Soal putri kamu (Aisha), dia terlihat senang memainkan bola. Apakah kamu akan mengizinkan kalau dia ingin menjadi pesepakbola?
Yah, tapi sayang dia perempuan. Dia suka bermain bola, tapi yang terpenting dia bahagia saat bermain.

Ingin punya anak laki-laki juga, supaya bisa seperti bapaknya kelak?
Iya tentu saja. Supaya saya bisa memberikan nama Nainggolan di belakang namanya. 

Bagaimana kamu membagi waktu?
Saya hanya melakukan sesuatu yang baik untuk sepakbola, lalu jika sudah di rumah saya coba untuk menghindari sesuatu yang berhubungan dengan sepakbola. Begitupun dengan nonton televisi, itu jarang saya lakukan.

Ayah Anda orang Indonesia, apakah dia pernah mengajari tentang budaya Indonesia?
Tidak, karena saat itu saya masih kecil. Jadi saya tidak terlalu banyak mengingat tentang dia. Saya yakin, ayah saya ingin mengajari saya, tapi tidak punya kesempatan. Dan setelah 25 tahun, kini saatnya saya mengetahui dan mulai mempelajari kebudayaan itu.

Mungkin ada tempat di Indonesia yang ingin sekali kamu kunjungi?
Bali. Banyak orang yang membicarakan kalau Bali adalah tempat yang indah. Dan bisa menjadi salah satu pilihan yang bagus untuk berlibur.

Bagaimana sejauh ini kesan-kesan Anda di Jakarta?
Masih cukup melelahkan. Setelah penerbangan 16 jam, saya punya banyak kegiatan di sini. Masih merasa kurang tidur sih, tapi saya merasa senang bisa berada di sini.

Sudah mencoba makanan Indonesia apa saja?
Belum banyak. Saya mencoba Indonesian salad. Apa namanya? Ya, Gado-gado. Saya sangat suka makanan itu.

Tahu masakan batak?
Saya tidak begitu tahu mengenai itu. Mungkin nanti-nanti saya akan coba masakan-masakan itu.

Tips untuk pemain Indonesia agar bisa menjadi pesepakbola handal?
Anda hanya perlu bekerja keras setiap hari, memberikan kemampuan yang terbaik setiap kali latihan. Pemain muda Indonesia punya talenta. Gunakanlah talenta itu sebaik-baiknya supaya menjadi pemain yang bagus.

Apa impian yang ingin Anda capai dalam waktu dekat?
Mimpi terbesar saya adalah bisa bermain di Liga Champions. Suatu hari saya akan mencapainya. Tapi, untuk saat ini saya sudah cukup senang dengan apa yang sudah saya raih. Sampai sekarang semua berjalan seperti biasanya, dan saya senang.

Terima kasih Radja, atas waktunya. Semoga menikmati Indonesia.
Terima kasih juga. Salam untuk semuanya.
1 5 1
2014-08-07T16:28:26+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
DIALOG INTERAKTIF TEMA : “Merokok budaya kita saat ini” Pembawa acara : “Kita mengetahui bahwa didunia ini banyak orang yang menjadi pecandu rokok bahkan ironisnya anak-anak dibawah umur pun bisa mengikuti langkah kedua orang tuanya untuk menjadi pecandu rokok, maka hari ini dalam acara Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh Trans 7 bekerja sama dengan Departemen Kesehatan RI, saya mengundang narasumber dari Menteri kesehatan, Dr. Nafsiah Mboi , SpA, MPH dan juga Wakil dari Dirjen Departemen Kesehatan Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama. Apa kabar Bapak Tjandra dan Ibu Nafiah?” Bapak Tjandra dan Ibu Nafiah : “Ya, Alhamdulillah baik-baik saja.” Pembawa acara : “Pertama-tama sebelum saya bertanya, terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang dapat menghadiri acara ini.” Pembawa acara : “Bapak Tjandra apakah seorang pecandu rokok dapat mempercepat kematian dirinya sendiri?” Bapak Tjandra : “Dalam agama pasti semua makhluk hidup pasti akan meninggal jika itu dikehendaki oleh sang pencipta, tetapi dalam ilmu ilmiah sendiri rokok dapat mempengaruhi kesehatan juga dapat membunuh separuh dari masa hidup sang pecandu/perokok sendiri, usia minimal seorang perokok biasanya meninggal pada usia 35-69 tahun, bahkan menurut lembaga kesehatan/Depkes, merokok dapat membunuh lebih dari 5 juta orang disetiap tahunnya, jika hal ini terus berlanjut maka pada tahun 2020 dapat diperkirakan akan terjadi lebih dari 10 juta kematian dengan tingkat kematian lebih dari 70% akan terjadi di Negara berkembang.” Pembawa acara : “Lalu khususnya di Indonesia sendiri, apakah banyak orang yang menjadi pecandu rokok, bisa dijelaskan Ibu Nafsiah?” Ibu Nafsiah : “Di Indonesia sendiri tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia menduduki urutan ke-5 konsumsi tembakau tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang dengan perkiraan konsumsi 220 milyar batang pada tahun 2005 dan terus meningkat hingga sekarang.” Pembawa acara : “Lalu apakah akibat dari terus menerus menjadi pecandu rokok?” Bapak Tjandra : “Rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, dan gangguan pebuluh darah, stroke, kanker paru-paru, dan kanker mulut.” Ibu Nafsiah : “Jika pecandu rokok itu adalah seorang wanita maka dapat menyebabkan penurunan kesuburan, peningkatan insidens hamil diluar kehamilan, pertumbuhan janin, (Fisik dan IQ) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan juga peningkatan kematian perinatal.”Pembawa acara : “Ya, terima kasih Bapak Tjandra dan Ibu Nafiah yang telah meluangkan waktu kepada kami, dan telah memberikan beberapa informasi yang sangat penting bagi kami sehingga kami semua mengetahui bahwa di Indonesia banyak sekali pecandu rokok dan akibat dari merokok. Saya juga telah mengundang seorang „mantan‟ pecandu rokok, sambutlah Bapak Gilang. Bapak Gilang apa kabar? Terimakasih anda dapat menghadiri acara ini.” Bapak Gilang : “Alhamdulillah, kabar saya baik-baik saja.” Pembawa acara : “Bapak Gilang bagaimana awalnya anda merokok?” Bapak Gilang : “Awalnya saya mencoba rokok itu ketika saya masih bersekolah dulu pada saat itu saya diajak merokok oleh teman saya awalnya hanya coba- coba saja, pertama kali saya mencobanya rasanya pahit dan membuat sesak pernafasan, setelah itu saya terus diajak 3-4 kali setelah itu saya mulai terbiasa dan menjadi pecandu rokok sampai berumur 20 tahun, pada saat itu saya benar- benar menjadi orang yang sangat tergantung pada rokok seperti halnya jika pusing/stress saya langsung merokok dan hal itu membuat saya terkena penyakit pernafasan, pada saat itu saya bertekad untuk berhenti merokok, lagipula merokok tidak akan membawa berkah melainkan penyakit dan musibah, saya berfikir bahwa hidup saya masih terus berlanjut hingga sang pencipta mencabut nyawa saya.” Pembawa acara : “Cara apa yang anda jalani untuk bisa berhenti merokok?” Bapak Gilang : “Yang paling utama itu bertekad dan ada niat didalam hati sama seperti halnya belajar, lalu belajar untuk membnci rokok, bergaullah dengan orang yang tidak merokok, sesering-sering pergi ketempat ber AC, pindahkan semua barang-barang yang berhubungan dengan rokok, beritahulah orang sekitar jika kita ingin berhenti merokok, hilangkanlah kebiasaan bengong atau menunggu sering-seringlah periksa ke dokter dan yang paling penting carilah pengganti rokok seperti permen atau makanan yang manis-manis untuk cemilan disaat waktu luang.” Pembawa acara : “Terima kasih kepada Bapak Gilang yang telah mepaparkan segala sesuatunya sehingga kita tahu bahwa merokok adalah hal yang tidak baik untuk kesehatan. Dan saya juga berterima kasih karena Bapak Gilang telah menyempatkan waktu untuk datang menghadiri acara Dialog Interaktif pada malam hari ini. ”