Jawabanmu

2013-12-11T10:33:51+07:00
Gerakan-gerakan tari pada dasarnya bersumber dari tiga unsur :
1.                  Ratio,
2.                  Emosi, dan
3.                 
Kehendak.

Sesuatu tari apabila yang ditonjolkan unsur rationya, maka melahirkan suatu karya tari yang sifatnya klasik, cara membawakannya harus dengan menghafalkan dari ragam keragam.
Suatu garapan tari yang didasarkan atas penonjolan emosi akan melahirkan tari kreasi baru atau tari modern, di mana dalam hal ini yan dipentingkan ialah ekspresi. Sebaliknya apabila unsur kehendak yang ditonjolkan maka karya tari sifatnya menjurus kepada tari primitif.
Seorang penari utamanya seorang koreografer tari ,
sebelum melakukan suatu gerakan, terlebih dahulu harus menyadari adanya tiga unsur pokok yang harus diperhatikan.

 1.                  Gerak
 2.                  Ruang
 3.                  Waktu
Dalam melakukan gerak tari, tubuh merupakan unsur pokok, karena itu harus diperhatikan. 1.                  Zat yang hanya dapat dirasakan
2.                  Bentuk yang nampak

Dalam membawa tari khas Sulawesi Selatan, patokan umum yang perlu diketahui ialah, antara lain :
 1.                  Posisi tubuh berdiri biasa
2.                 
Gerak tubuh yang menonjol ialah ammelu (liukan perlahan)

 3.                  Gerakan tubuh dalam kondo (mengeper)
Dalam membawa tari khas Sulawesi Selatan, ruang atau panggung pertunjukan dapat berupa bentuk arena ataupun dalam bentuk punggung biasa karena pola dasar formasinya sederhana saja sehingga memungkinkan pengolahan formasi disesuaikan dengan penataan yagn dapat diolah.
Gerak dasar yang terdapat dalam tari, misalnya pakarena, pada umumnya gerakan-gerakannya ialah gerakan ke bawah setinggi pinggang. Gerakan keatas setinggi dada atau bahu sayap kiri atau sisi kiri dan kanan dalam posisi 25 derajat.
Pada umumnya tarian di Sulawesi Selatan dibawakan oleh putri-putri secara berombongan atau secara massal dengan sifat gerakan yang seragam.
Tentang gerak kaki, seperti halnya anggota tubuh lainnya, posisi kaki juga memegang peranan yang penting. Kedudukannya harus mampu menjaga keseimbangan bagian badan di dalam melakukan gerakan-gerakan.
Seperti halnya pada setiap tarian, berat tubuh pada kaki kanan atau pada kaki kiri, dapat dilihat pada gerakan kondo.
Gerak dasar kaki dalam tari pakarena misalnya, dapat ditemukan gerakan akkaleo atau berputar, gerakan jalan biasa, gerakan jalan menumpu atau seterusnya sehingga karenanya ditemukan gerakan yagn umum, antara lain :
1.                 
Gerak yang menetap di tempat

 2.                  Gerak yang berpindah.
Dalam hal dasar gerak tubuh, pada umumnya tari di daerah Sulawesi Selatan gerakan badan secara khusus yang menonjol, tidak diketemukan seperti halnya pada tari Bali pada waktu agem kiri atau kanan liukan tubuh atau badan nampak jelas.
Pada saat ammelu atau kondo berat tubuh terletak pada kaki kiri, kedua lutut ngeper kondo yang akhirnya posisi tubuh mengeper sehingga liukan tubuh tidak jelas.
Tentang dasar gerak lengan atau tangan, posisi lengan kanan maupun lengan kiri seluruhnya dalam posisi 25 derajat. Gerak putaran jari-jari tangan kanan selalu setinggi bahu. Dalam tari klasik tradisional pada umumnya tangan kanan menggunakan alat peraga kipas, sehingga jari-jari tangan kanan banyak berfungsi menggerakan kipas dalam putaran dan membalikkan kipas.
Karena tari-tarian di Sulawesi Selatan pada umumnya terdiri dari putri-putri saja, maka untuk dasar bagi putra-putri belum dipisahkan bahkan di dalam metode penyampaian ini dasar gerak tari untuk pria belum dibicarakan.
Adapun gerak leher, pada umumnya tari kjlasik tradisional leher gerak assaile atau gerakan memalingkan kepala ke kiri atau kekanan dalam posisi mata memandang dalam jarak sejauh 2 meter menjurus ke bawah. Tidak ada pandangan menatap atau melirik.
Dalam tari daerah klasik tradisional di Sulawesi Selatan tidak ditemukan adanya ekspresi wajah sehingga mata, leher, dan kepala tidak berfungsi banyak.
7 4 7