Jawabanmu

2014-07-16T19:33:40+07:00
Prinsip menghitung kos (cost) suatu produk adalah dengan menambahkan semua sumber daya (bahan baku, tenaga kerja, listrik, mesin, dll) yang digunakan untuk membuat produk tersebut. Jadi bila sumber daya baru diperoleh tapi belum dikonsumsi untuk membuat produk tidak perlu ditambahkan. Contoh bila membeli bahan baku 10 kg tepung terigu. Bila untuk membuat 10 unit roti diperlukan 3 kg tepung, maka kos produksi 10 roti untuk bahan baku adalah 3 kg x harga tepung per kg.

Meski secara teori menghitung kos produksi adalah dengan menghitung berapa jumlah sumber daya yang dikonsumsi sederhana, namun dalam praktik, menghitung berapa jumlah terpakai oleh produk tidaklah selalu sederhana.   


Sebagai contoh: kos listrik. Kos listrik sebulan Rp500.000. Berapa kos listrik untuk 10 unit roti akan mudah dihitung bila seluruh listrik digunakan untuk kegiatan produksi roti selama sebulan. Namun bila digunakan untuk kegiatan lain, misalnya untuk kegiatan administrasi, maka kos listrik perlu diestimasi. Banyak cara yang bisa digunakan untuk melakukan estimasi, mis. menggunakan luas lantai gedung. Bila total luas lantai gedung 1000 m2, sementara luas lantai untuk kegiatan produksi 700m2 dan luas lantai untuk kegiatan administrasi sisanya, maka kos listrik untuk produksi 10 unit roti sebulan adalah Rp350.000. Dalam kasus lain, kos listrik juga perlu diestimasi bila ternyata perusahaan tidak hanya menggunakan listrik untuk membuat roti tertentu (mis. roti putih), tetapi juga jenis lain (mis. roti gandum).        

Hal yang perlu dicatat bahwa bila semua sumber daya yang digunakan bisa dihubungkan secara langsung dengan produk, maka perhitungan kos produk akan akurat. Dalam kasus diatas adalah penggunaan tepung terigu. Namun seringkali tidak semua kos sumber daya yang digunakan bisa dihubungkan dengan produk, misalnya kos listrik. Maka estimasi merupakan hal yang wajar dilakukan dalam menghitung kos produk. Kemampuan memilih dasar estimasi yang baik akan meningkatkan akurasi perhitungan kos produk.

Singkatnya, untuk menghitung kos produk, langkah pertama adalah klasifikasikan sumber daya (yang digunakan) yang dapat dengan mudah dihubungkan dengan produk tertentu dan mana yang tidak. Untuk yang tidak mudah, lakukan estimasi. Kalau untuk menjawab tugas, klasifikasi biasanya diberitahu (yang mudah: biaya/kos langsung, yang tidak mudah: biaya/kos tidak langsung) dan dasar estimasi biasanya sudah diberitahu di soal, mis. jam mesin. Kalau untuk kepentingan praktik, pengetahuan mengenai klasifikasi dan dasar membuat estimasi tentu perlu dipelajari. Di jurusan akuntansi, subjek untuk mempelajari tehnik ini adalah Akuntansi Kos (cost accounting).