Jawabanmu

2014-06-26T21:18:39+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Untuk mencari laba yang sebesar2nya

Metode ini artinya, Harga yang digunakan untuk menghitung nilai stok akhir dan HPP adalah Harga barang yang dibeli oleh perusahaan terlebih dahulu. Jadi Harga Barang yang Masuk Pertama (Beli Pertama),  adalah yang Keluar Pertama (Digunakan pertama).
Illustrasi 1
Persediaan Awal – Nihil-. Pembelian Persediaan 1/1/2014 – 40 Unit – Harga Pokok Rp 15,000 – Total Rp 600,000
Pembelian Persediaan 1/2/2014– 20 Unit – Harga Pokok Rp 17,000 – Total 340,000
Penjualan Persediaan – 45 Unit – Harga Jual Rp 20,000 – Total Rp 900,000
Contoh Metode FIFO:
Mengikuti illustrasi 1 di atas, dengan metode FIFO – nilai stok akhir, HPP, dan Laba adalah:
40 unit x Rp 15,000 = Rp 600,000 (40 unit di beli terlebih dahulu, keluar dahulu)
5 unit x Rp 17,000 = Rp 85,000 (5 unit di beli setelah 40 unit, maka keluar kedua)
HPP = Rp 600,000 + Rp 85,000 = Rp 685,000 
Laba = Rp 900,000 – Rp 685,000 = Rp 215,000
 
Nilai Stok Akhir = 15 x Harga pokok 1/2/2014 (Rp 17,000) = Rp 255,000
Metode FIFO menghasilkan nilai stok akhir yang tinggi dan HPP yang rendah, sehingga menghasilkan Laba Bersih yang tinggi.
2014-06-26T21:21:12+07:00
Karena undang-undang perpajakan di Indonesia hanya memperbolehkan penilaian metode FIFO atau metode weighted average saja seperti yg telah diatur dalam UU perpajakan tahun 2000 pasal 10 ayat 6 dimana metode yang diperbolehkan adalah metode rata-rata dan metode FIFO.