Jawabanmu

2014-06-17T14:35:18+07:00
  Orientasi   Pada Suatu hari hiduplah seekor kancil dan kera yang serakah di dalam hutan yang   sangat lebat, di dalam hutan yang sangat lebat  itu ada seekor kancil yang sedang mencari makan. Dia berjalan kesana kemari mencari buah-buahan yang bisa dimakan. Saat itu, tibalah sang kancil disuatu tempat yang banyak buah pisangnya. “Hemm.. alangkah nikmatnya bila aku bisa memetik buah-buah itu”, pikirnya dalam hati.                     komplikasi   Saat sang kancil sibuk memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menikmati buah pisang itu, tiba-tiba dilihatnya seekor kera yang tengah melintas di hadapannya. Kancil pun meminta tolong kepada kera itu untuk mengambilkan buah pisang itu. Baiklah.., kata sang kera. Segera ia naik dan memetik buah pisang tersebut. Tetapi sesampainya di atas, dia memakan semua buah pisang tersebut dan tidak menyisakan sedikitpun untuk sang kancil.
3 2 3
2014-06-17T17:20:02+07:00
Pada suatu hari ada seorang ibu yang melahirkan seorang anak laki-laki.Setelah melahirkan, ibu itu ingin sekali melihat ananknya yang sedang  digendong oleh dokter.Ketika dokter itu membuka kain dikepala anak laki-laki itu ternyata ibu itu melahirkan anak yang tidak mempunyai telinga.

7 tahun pun berlalu, ketika anak itu pulang kerumah dengan wajah yang murung dan sedih.Lalu sang ibu pun bertanya "Kenapa kamu menangis nak" anak itu menjawab "Ketika di sekolah aku diledek oleh anak laki-laki yang berbadan besar katanya aku itu anak aneh"

Seketika mendegar hal itu, ayah laki-laki itu mencari dokter yang dapat mencangkokkan telinga kepada anaknya.Akhirnya setelah beberapa bulan ayah laki-laki itu pun bertemu yang sudah biasa dalam mengcangkokkan telinga seseorang tetapi ada syarat yang dikatakan oleh dokter "Harus ada seseorang yang mau mendonorkan telinga kepadanya"

Setelah 10 tahun, anak laki-laki itu tumbuh dengan wajah tampan dan sangat pandai memainkan alat musik dengan mengeluarkan suara yang merdu walau pun dia tidak dapat mendegar alunan lagu yang ia mainkan.Ketika ia pulang ayahnya pun mengajaknya untuk operasi pencangkokan telinga.Anak laki-laki itu berkata "Siapa yang mau mendonorkan telinga kepadaku ayah". Kata ayah "Dia tidak ingin kau mengetahui dirinya"

Waktu pun masih berjalan sudah beberapa lama iya pun menjadi orang sukses dan berakat dibidang seni.Ketika ia pulang kerumah ayahnya karena tahu ibu yang ia sayang sudah terkujur kaku di ruang tamu "Siapa yang telah mendonorkan telinga ini kepada ku ayah aku harus tau orang itu tanpa dia aku tidak akan sukses dan membanggakan kedua orang tuaku" . Setika itu ayah laki-laki itu pun menghibaskan rambut ibu anak laki-laki itu dan ternyata dia tidak mempunyai telinga "Kata ibumu dia senang memanjangkan rambut supaya kau tidak tau kalau di ayang mendonorkan telinganya kepadamu".Seketika itu pun anak laki-laki itu langsung memeluk ibunya yang sudah meninggal dan berterima kasih kepada ibunya yang sudah berjasa kepada dirinya

Struktur cerpen:
A.Perkenalan:
    Ibu : Orang yang mendonorkan telinga kepada anaknya
     Ayah:Orang yang mencari seseorang dokter yang dapat membantu anak      laki-lakinya
   Anak laki-laki:Orang terlahir dengan tidak memiliki telinga
B.Penampilan Masalah:
   Seseorang yang tidak memiliki telinga sehingga selalu  diledek oleh orang lain
C.Puncak Masalah:
   Anak laki-laki itu ingin memiliki telinga dan ayahnya mencarikan seseorang yang mau mendonorkan telinga kepada anaknya.
D.Masalah Menurun:
   Akhirnya seseorang ada yang mau mendonorkan telinga kepada anak laki-laki itu dan orang itu masih belum ia ketahui
E.Penyelesaian:
    Akhirnya seseorang yang bersedia mendonorkan telinga kepada anak laki-laki itu telah ia ketahui dan ternyata yang mendonorkan telinga kepadanya adalah ibunya sendiri