Tolong berikan komentar pada kasus ini
Kasus Hukum Perdata dan Penyelesaiannya



Pada kasus sengketa merek antara Dua Kelinci dan Garuda Food yang terjadi pada
bulan juni 2007. Kedua perusahaan makanan itu memperebutkan nama “Katom”
sebagai merek produk kacang atom yang diproduksi kedua perusahaan itu.
Garudafood yang merasa didahului Dua Kelinci untuk mendaftarkan merek itu ke
Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (Ditjen HaKI), menggugat Dua
Kelinci di Pengadilan Niaga Semarang .


Garudafood baru mendaftarkan merek “Katom” ke Ditjen HaKI pada 30 Maret
2004. Pada proses pemeriksaan ternyata ditemukan merek yang sama yang telah
didaftarkan terlebih dahulu oleh Dua Kelinci pada tanggal 16 Maret 2004.
Sertifikat pendaftaran merek KATOM yang dilakukan Dua Kelinci itu, dikeluarkan
Dirjen HaKI pada 19 September 2005. Sebagai pemilik sekaligus pemakai pertama
dari merek KATOM itu, maka keluarnya sertifikat pendaftaran merek atas nama
Hadi Sutiono, jelas sangat merugikan bisnis Garudafood. Karena itulah
Garudafood kemudian menggugat Hadi di Pengadilan Niaga Semarang. Dalam gugatannya
disebutkan, bahwa Hadi telah mendaftarkan merek KATOM dengan iktikad tidak
baik. Alasan dari gugatan itu karena Garudafood adalah pemilik dan pemakai
pertama.



Pada sengketa kasus di atas maka penulis ingin mengetahui implementasi
Undang-Undang No.15 Tahun 2001 atas penyelesaian hukum terhadap sengketa
pembatalan pendaftaran merek antara dua kelinci dan garudafood,



Penyelesaian :


sengketa melalui jalur litigasi pada Pengadilan, Undang-Undang Nomor 15
Tahun 2001 juga mengatur penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau non
litigasi. Yang terdapat pada Pasal 84 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang
Merek bahwa: “Selain penyelesaian gugatan sebagaimana dimaksud dalam Bagian
Pertama Bab ini, para pihak dapat menyelesaikan sengketa melalui Arbitrase atau
Alternatif Penyelesaian Sengketa”.



Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS) di Indonesia tidakmmudah dilaksanakan
meskipun masyrakat tradisional kita memiliki akar budaya (cultural roots)
penyelsaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat (peaceful deliberations)
dan pola penyelesaian sengketa ‘menang-menang ‘ ( win win solution ).
Penyelesaian sengketa merek adalah suatu proses yang di tempuh di dalam
menyelesaian pertikaian, perselisihan atau konflik kepemilikan hak merek baik
melalui jalur pengadilan (litigasi) dengan mengajukan gugatan perdata berupa
ganti rugi kepada pengadilan jika mereknya digunakan pihak lain tanpa hak
maupun melalui Alternatif Penyelesain Sengketa (APS) atau non litigasi, seperti
yang digunakan oleh PT DUA KELINCI (HADI SUTIONO) dan PT.GARUDA FOOD PUTRA
PUTRI JAYA dalam penyelesain sengketa merek dagang KATOM.



Pengadilan dipilih sebagai satu cara dalam proses penyelesaian sengketa di
bidang merek yang sesuai dengan Undang-Undang No. 15 tahun 2001 tentang Merek
khususnya di dalam penyelesaian sengketa gugatan pembatalan pendaftaran merek
antara PT DUA KELINCI (HADI SUTIONO) dan PT.GARUDA FOOD PUTRA PUTRI JAYA yang
diperiksa pada Pengadilan Niaga Semarang pada 22 April 2007 dalam surat gugatan
tanggal 12 April 2007 dengan nomer register No.05/HAKI/M/2007/ PN.NIAGA.SMG dan
Putusan Kasasi No. 032 K/PDT. SUS/2007 karena ada keberatan dari pihak
Tergugat.


Alternatif penyelesaian sengketa juga dipilih oleh PT DUA KELINCI (HADI
SUTIONO) dan PT.GARUDA FOOD PUTRA PUTRI JAYA Pada 3 Juli 2008 karena adanya
hubungan bisnis antara kedua perusahan makanan ringan maka kedua belah pihak
atas prakarsa pihak ketiga.

2

Jawabanmu

2014-06-15T15:04:08+07:00
Sengketa melalui jalur litigasi pada Pengadilan, Undang-Undang Nomor 15
Tahun 2001 juga mengatur penyelesaian sengketa di luar pengadilan atau non
litigasi. Yang terdapat pada Pasal 84 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang
Merek bahwa: “Selain penyelesaian gugatan sebagaimana dimaksud dalam Bagian
Pertama Bab ini, para pihak dapat menyelesaikan sengketa melalui Arbitrase atau
Alternatif Penyelesaian Sengketa”.
2 5 2
  • tedo
  • Gemar Membantu
2014-06-15T21:01:28+07:00
Sengketa dapat diselesaikan melalui jalur perdamaian . jadi lebih baik berdamai saja dan memilih nama lain kalau hanya soal nama .
maaf kalau jawaban kurang memuaskan .
2 4 2