1. struktur geologi tanh yang baik dan subur untuk pertumbuhan tanaman dan pertanian?
2. bagaimana rincian struktur tanah, sebutkan dan gambarkan?
3. pada tingkattan/lapisan berapakah tanah dapat dikatakan subur?

2

Jawabanmu

2014-06-14T16:02:50+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
1. Tanah Organosol 
Jenis tanah yang satu ini bersumber dari pelapukan berbagai bahan-bahan organik lainnya. Tanah jenis ini sangat subur dan bagus ditanami berbagai jenis tanaman. 

2. 
Tanah Vulkanik

Yang dimaksud dengan tanah vulkanik adalag tanah yang berasal dari pelapukan vulkanin gunung berapi. Tanah ini dikenal cukup subur. Para ahli membagi tanah vulkanik ke dalam dua jenis yakni: 
Tanah regosol, adalah tanah dengan ciri-ciri antara lain: kasar, teksturnya berbutir, warna sedikit abu-abu hingga kekuningan, mengandung bahan organik dalam jumlah yang sedikit. Jenis tanah regosol ini sangat baik jika ditanami tanaman palawija semisal tembakau jagung, tomat dan lain-lain. Tanah regosol ini banyak dijumpai di selurun nusantara khususnya di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, NTT dan masih banyak lagi lainnya.Tanah Latosol, adalah tanah yang memiliki ciri-ciri: kandungan bahan organik sedang, memiliki sifat asam, warna dari kuning hingga kemerahan. Tanah jenis ini juga baik ditanami beberapa jenis tanaman palawija, padi, kelapa, kopi, karet dan masih banyak lagi lainnya. Tanah jenis yang satu ini banyak dijumpai di beberapa tempat seperti Sumatera Utara dan Barat, Jawa, Bali, Papua dan masih banyak lagi lainnya.Tanah Organosol 

Jenis tanah yang satu ini bersumber dari pelapukan berbagai bahan-bahan organik lainnya. Tanah jenis ini sangat subur dan bagus ditanami berbagai jenis tanaman. Para ahli membagi tanah organosol ke dalam dua kelompok yakni: 
Tanah Humus, adalah jenis tanah yang bersumber dari hasil pembusukan beberapa bahan organik yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Tanah ini memiliki warna coklat yang mencolok dan sangat baik ditanami sejumlah tanaman antara lain nanas, padi, kelapa dan masih banyak lagi lainnya. Tanah humus banyak dijumpai terutama di Jawa, Papua, Sulawesi dan masih banyak lagi lainnya.Tanah Gambut, adalah jenis tanah yang berasal dari pembusukan babah-bahan organik yang tidak terlalu sempurna. Biasanya tanah ini ada di wilayah yang tergenang air misalnya rawa. yanah jenis ini kurang cocok untuk sektor pertanian sebab kandungan aornya terlalu tinggi. Tanah ini banyak dijumpai di berbagai wilayah antara lain Kalimantan, Sumatera dan masih banyak lagi lainnya.Tanah Aluvium atau Alluvial 

Tanah jenis yang satu ini merupakan hasil dari erosi yang kemudian mengendap di wilayah dataran rendah. Adapun ciri dari tanah Aluvium ini adalah warna kelabu dan tingkat kesuburan yang tinggi. Tanah ini baik dijadikan medium pertanian untuk tanaman seperti palawija, tebu, kelapa dan masih banyak lagi lainnya. 

Tanah Podzol 

Jenis tanah yang satu ini dihasilkan dari campur tangan curah hujan yang sangat tinggi serta suhu yang cenderung rendah. Tanah Podzol memili ciri antara lain kandungan unsur hara yang sedikit sehingga kurang subur, berwarna merah hingga kuning. Tanah jenis ini cukup baik ditanami sejumlah tanaman antara lain kelapa dan juga jambu mede. Tanah jenis ini banyak dijumpai di wilayah pegunungan yang tersebar di Pulau Sumatera, Maluku, Sulawesi dan masih banyak lagi lainnya. 

Tanah Laterit 

Tanah jenis yang ini terbentuk dari hasil “pencucian”. Dengan demikian wajar jika ia dikategorikan tanah yang kurang subur sebab ia banyak kehilangan zat hara yang baik untuk tanaman. Jenis tanah yang satu ini juga dikenal sangat tandus. Tanah ini disebut dengan tanah hasil pencucian karena ia dilaurtkan oleh iar sehingga unsur haranya hilang. Meski demikian, tanah ini juga bisa dijadikan medim tanam beberapa tanaman antara lain kelapa serta jambu mede. Tanah Laterit banyak dijumpai di berbagai wilayah antara lain Jawa tengah, Lampung, Kal-Bar dan masih banyak lagi lainnya. 

Tanah Litosol 

Tanah litosol merupakan tanah yang dihasilkan dari pelapukan bebatuan beku juga bebatuan sedimen. Hal ini yang melatarbelakangi tekstur tanah litosol sedikit besar. Tanah ini memiliki sejumlah ciri antara lain kurang subur sebab miskin unsur hara dan juga mineral. Tanah ini banyak dijumpai di berbagai wilayah antara lain NTT, Maluku bagian selatan dan juga Papua. 

Tanah Kapur 

Tanah yang sati ini berasal dari pelapukan ebbatuan kapur atau gamping. Ia kemudian dibagi lagi ke dalam dua kelompok yakni: 
Tanah Renzina, adalah tanah yang dihasilkan dari pelapukan bebatuan kapur yang ada di daerah yang curah hujannya cukup tinggi. Adapun ciri-ciri tanah jenis inia ntara lain warnanya kehitaman serta sangat miskin unsur hara. Tanah ini banyak ditemukan di wilayah berkapur antara lain di Yogyakarta tepatnya di Gunung Kidul.Tanah Mediteran, adalah jenis tanah yang berasal dari pelapukan bebatuan kapur yang kasar juga keras serta batu sedimen. Warna tanah yang satu ini agak kemerahan hingga coklat. Ia memang kurang subur tetapi bisa juga ditanami beberapa jenis tanaman palawija serta jambu mede.
2 4 2
kamu copas dari internet ya
untuk tingkat kedalaman dari masing_masing tanah, berapa meter [email protected]/pak insan
2014-06-14T16:24:15+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
1. Humus memiliki konstribusi besar terhadap kebertahanan dan kesuburan tanah. Humus merupakan sumbermakanan bagi tanaman dan berperan baik bagi pertumbuhan dan menjaga struktur tanah. Senyawa humus juga berperan baik dalam pengikatan bahan kimia toksik dalam tanah dan air. Selain itu humus dapat meningkatkan kapasitas kandungan air tanah, membantu dalam menahan pupuk onorganik larut-air, mencegah penggerusan tanah,menaikkan aerasi tanah, dan menaikkan fotokimia dekomposisi pestisida atau senyawa-senyawa organik toksit.
2. Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis.
Struktur tanah berhubungan dengan cara di mana, partikel pasir, debu dan liat relatif disusun satu sama lain. Di dalam tanah dengan struktur yang baik, partikel pasir dan debu dipegang bersama pada agregat-agregat (gumpalan kecil) oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang besar antara agregat (makropori) membentuk sirkulasi air dan udara juga akar tanaman untuk tumbuh ke bawah pada tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong yang kecil ( mikropori) memegang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa struktur disebut granular.
Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi secara langsugung. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat. Jumlah dan panjang akar pada tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah remah umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah berstruktur berat. Hal ini disebabkan perkembangan akar pada tanah berstruktur ringan/remah lebih cepat per satuan waktu dibandingkan akar tanaman pada tanah kompak, sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap pori-pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah. Selain itu akar memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah yang berpori, dibandiangkan pada tanah yang padat. Sebaliknya bagi tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah yang bertekstur halus seperti tanah berlempung tinggi, sulit mengembangkan akarnya karena sulit bagi akar untuk menyebar akibat rendahnya pori-pori tanah. Akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk menembus struktur tanah yang padat, sehingga perakaran tidak berkembang dengan baik. Aktifitas akar tanaman dan organisme tanah merupakan salah satu faktor utama pembentuk agregat tanah.
3. Tingkatan tanah yang memiliki unsur hara
6 3 6