Jawabanmu

2014-06-13T16:27:56+07:00
Cara membuatnya
1. Tema
Sebaiknya Anda memiliki tema yang jelas saat menulis cerpen, tentang cerita seperti apa yang ingin Anda tulis. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Dengan adanya tema yang menjadi tulang punggung cerita, maka cerpen Anda akan meninggalkan kesan tersendiri pada pembaca. Penetapan tema dari awal juga berguna, agar saat Anda menulis tidak terlalu jauh melenceng dari cerita sudah ditetapkan.
2. Alur cerita
Fokuslah pada satu alur cerita sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karakter tambahan, sejarah, latar belakang, dan detail lainnya sebaiknya memperkuat alur cerita ini. Percabangan alur cerita mutlak harus dihindari, agar cerita kita yang kita buat tetap fokus pada alur yang telah ada.
3. Karakter
Jangan menggunakan jumlah karakter yang terlalu banyak. Semakin banyak karakter bisa membuat cerita Anda menjadi terlalu panjang dan tidak fokus pada tema. Gunakan karakter secukupnya yang sesuai dengan alur cerita.
4. Sepenggal kisah hidup
Namanya saja cerita pendek, sehingga cerpen hanya menceritakan tentang sekelumit kisah dalam hidup karakter yang Anda buat. Jika karakter Anda memiliki kisah hidup yang sangat panjang, tulis hanya sebagai background yang menjadi penguat tema cerita tersebut. Tekankan hanya pada satu bagian dari hidupnya untuk ditulis.
5. Penggunaan kata
Bagaimanapun cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang bisa dipakai, apalagi cerita super pendek seperti flash fiction. Seringkali majalah atau koran tertentu benar-benar membatasi jumlah kata yang bisa dipakai. Jadi, Anda sebaiknya menggunakan pilihan kata yang efisien dan menghindari menggunakan kalimat deskriptif yang berpanjang-panjang sehingga tetap berfokus pada kondisi yang sedang dihadapi tokoh dalam cerita yang Anda buat.
6. Impresi
Secara tradisional, cerpen dimulai dengan pengenalan karakter, konflik, dan resolusi. Alternatif lain, adalah Anda dapat membuat impresi pada pembaca justru pada awal cerita, dengan langsung menghadirkan konflik. Karakter Anda sudah berada di dalam kekacauan besar. Hal ini akan membuat pembaca semakin penasaran, ada apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana karakter tersebut akan mengatasi persoalannya. Pengenalan karakter, setting, dll dapat dilakukan secara perlahan-lahan di bagian cerita berikutnya.
7. Kejutan
Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Hindari membuat akhir cerita yang mudah ditebak. Sehingga membuat pembaca ingin menyelesaikan bacaan cerpennya untuk mengetahui sepertia apa akhir cerita yang sebenatnya.
8. Konklusi (akhir cerita)
Jangan biarkan pembaca meraba-raba dalam gelap pada akhir cerita Anda. Pastikan konklusi di akhir cerita Anda memuaskan, tetapi juga tidak mudah ditebak. Pembaca perlu dibuat berkesan pada akhir cerita, tentang apa yang terjadi pada karakter tersebut. Akhir cerita yang mengesankan akan selalu diingat oleh pembaca, bahkan setelah lama mereka selesai membaca cerita tersebut.
2014-06-13T20:45:20+07:00
Pengertian dan Karakteristik Cerpen
-Rumusan (definisi) sebuah jenis sastra sangat sulit dilakukan. Dalam perkembangan sastra dewasa ini, ciri-ciri khasnya semakin kabur sehingga rumit untuk mencari garis-garis pemisah antara satu dengan yang lainnya. Kerumitan itu antara lain karena (Atar, 1988: 33) :makin banyak macam kesusastraan,
-ciri-ciri khas sastra selalu berubah-ubah dan tidak identik dengan segala masa dan segala tempat,
-batas antara sastra dan bukan sastra tidak mutlak, dan
-identifikasi sastra bisa bermacam-macam menurut pendekatan dan titik pandangan.

Sungguhpun demikian, tidak berarti bahwa kita tidak mungkin mengemukakan rumusan cerita pendek (disingkat cerpen; Inggris: short story). Menurut Satyagraha Hoerip (dalam Atar, 1988: 34), cerpen adalah karakter yang dijabarkan lewat rentetan kejadian yang kejadian-kejadian itu sendiri satu persatu. Apa yang “terjadi” di dalamnya merupakan suatu pengalaman atau penjelajahan.

Definisi cerpen dalam Kamus Bahasa Indonesia (2008) adalah karangan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi. Sedangkan menurut Edgar Allan Poe, seorang sastrawan kenamaan dari Amerika, menyatakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam –suatu hal yang kiranya tak mungkin dilakukan untuk sebuah novel (Nurgiyantoro, 2007: 10).

Panjang pendek ukuran cerpen tidak menjadi hal yang mutlak, tidak ditentukan bahwa cerpen harus sekian halaman atau sekian kata. Ada cerpen yang sangat pendek (short short story) berkisar 500-an kata, ada cerpen yang panjangnya sedang (midle short story), serta ada cerpen yang panjang (long short story) yang terdiri dari puluhan ribu kata. (Nurgiyantoro, 2007: 10)

Cerita pendek dicirikan dengan beberapa hal antara lain, secara fisik pendek, adanya sifat rekaan (fiction), dan adanya sifat naratif atau penceritaan. Bentuk fisik cerpen yang pendek bukan dengan kualifikasi halaman tertentu, tetapi mengarah kepada pemadatan isi. Sifat rekaan mengandaikan adanya suatu peristiwa, apakah benar-benar terjadi atau hanya rekaan yang dijadikan dasar penulisan cerita, sedangkan sifat naratif mengharuskan cerpen tampil secara utuh sebagai sebuah cerita namun singkat.

Cerita pendek biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian, mempunyai satu plot, setting yang tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, dan mencakup jangka waktu yang singkat. Karena bentuknya yang pendek, cerpen menuntut penceritaan yang serba ringkas, tidak sampai pada detail-detail khusus yang “kurang penting”. Dengan begitu cerpen menyuguhkan cerita yang diciptakan, dipadatkan, digayakan, dan diperkokoh oleh kemampuan imajinasi pengarangnya. Salah satu karakteristik cerpen adalah cerpen mampu mengemukakan lebih banyak –secara inplisit –dari sekedar apa yang diceritakan.

Komunikasi yang dibangun oleh suatu cerpen masih abstrak. Artinya, apa yang ingin disampaikan oleh pengarang belum tentu sama dengan yang dipahami oleh pembaca. Sebagai sebuah karya fiksi cerpen terbangun atas unsur-unsur yaitu: tema, plot, penokohan, latar, sudut pandang dan lain-lain.

1 1 1