Jawabanmu

2014-06-11T20:15:30+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Ternate dan Tidore termasuk salah satu Kerajaan Islam di Indonesia. Kerajaan Ternate dan Tidore berdiri sejak abad ke-13 M. Kerajaan-kerajaan tersebut terletak di sebelah barat Pulau Halmahera di Maluku Utara. Maluku merupakan penghasil rempah-rempah terbesar di seluruh dunia. Oleh karena itu Maluku mendapat julukan The Spicy Island (pulau rempah-rempah). Banyak pedagang-pedagang dari berbagai penjuru dunia berdatangan ke Maluku.
Pada mulanya di Maluku berdiri beberapa kerajaan-kerajaan kecil. Kerajan-kerajaan tersebut, tergabung ke dalam dua kelompok, yaitu Ulilima dan Ulisiwa. Ulilima (persekutuan lima bersaudara) dipimpin oleh Ternate yaitu : Ternate, Obi, Bacan, Seram dan Ambon. Ulisiwa (persekutuan sembilan bersaudara) dipimpin oleh Tidore yaitu : Makayan, Jahilolo atau Halmahera dan pulau-pulau didekat Papua. Antara kedua persekutuan itu seringkali terjadi perselisihan
Perselisihan antara Ulilima dan Ulisiwa memuncak ketika bangsa Barat datang ke Maluku. Ketika Portugis datang ke Maluku, Ternate segera bersekutu dengan bangsa Portugis pada tahun 1512. Demikian juga ketika Spanyol, yang juga sedang bermusuhan dengan Portugis datang ke Maluku pada tahun 1521, maka segera bersekutu dengan Tidore.
Kerajaan Ternate dengan ibukotanya di Sampalu, pada akhir abad ke-15 berubah menjadi kerajaan Islam. Tokoh yang berjasa dalam pengislaman Ternate adalah Sunan Giri dari Gresik. Raja Ternate pertama yang beragama Islam adalah Sultan Marhum (1465-1485). Raja-raja berikutnya adalah Zainal Abidin, Sultan Sirullah, Sultan Hairun dan Sultan Baabullah. Sedangkan di Tidore, menurut berita Portugis agama Islam masuk kurang lebih tahun 1471. Penyebaran agama Islam di Tidore dilakukan oleh para pedagang Islam dari Gresik, Jawa Timur.
Setelah sepuluh tahun berada di Maluku, Portugis mendapatkan izin untuk membangun Benteng Santo Paulo dengan alasan untuk melindungi Ternate dari serangan Tidore yang dibantu Spanyol. Namun, kemudian Portugis melakukan monopoli perdagangan, ikut campur masalah dalam negeri Ternate dan menyebarkan agama Khatolik. Sehingga Portugis semakin dibenci oleh rakyat Ternate. Oleh karena itu secara terang-terangan Sultan Hairun (1550-1570) menentang Portugis. 
Maka Gubernur Portugis di Maluku, De Mesquite menangkap Sultan Hairun, sehingga membangkitkan kemarahan rakyat Ternate. Benteng Portugis diserbu. Kemudian Sultan Hairun dilepaskan dan diadakan perundingan. Keesokan harinya, 28 Pebruari 1570, ketika Sultan Hairun berkunjung ke Benteng Portugis untuk peresmian perjanjian, Sultan Hairun di tusuk hingga tewas oleh kaki tangan Portugis.
2 3 2
2014-06-11T20:32:23+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Alasannya karna masing-masing kerajaan ingin menjadi pusat perdagangan di Maluku Utara, makanya masing-masing bermusuhan, saling berkompetisi mmbntuk kongsi dagang, Ternate (Uli Lima) sedang Tidore (Uli Siwa)
Smoga mmbntu.., :-)
7 4 7