Jawabanmu

2014-06-09T19:34:18+07:00
Kisah Seorang Penjual Koran Di ufuk timur,
 

matahari belum tampak. Udara pada pagi hari terasa dingin. Alam pun masih diselimuti embun pagi. Seorang anak mengayuh sepedanya di tengah jalan yang masih lengang. Siapakah gerangan anak itu? Ia adalah seorang penjual Koran, yang bernama Doni.Menjelang pukul lima pagi, ia telah sampai di tempat agen koran dari beberapa penerbit. “Ambil berapa Doni?” tanya Bang Karno. “Biasa saja.”jawab Doni. Bang Karno mengambil sejumlah koran dan majalah yang biasa dibawa Doni untuk langganannya. Setelah selesai, ia pun berangkat.Ia mendatangi pelanggan-pelanggan setianya. Dari satu rumah ke rumah lainnya. Begitulah pekerjaan Doni setiap harinya. Menyampaikan koran kepada para pelanggannya. Semua itu dikerjakannya dengan gembira, ikhlas dan rasa penuh tanggung jawab.Ketika Doni sedang mengacu sepedanya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah benda. Benda tersebut adalah sebuah bungkusan plastik berwarna hitam. Doni jadi gemetaran. Benda apakah itu? Ia ragu-ragu dan merasa ketakutan karena akhir-akhir ini sering terjadi peledakan bom dimana-mana. Doni khawatir benda itu adalah bungkusan bom. Namun pada akhirnya, ia mencoba membuka bungkusan tersebut. Tampak di dalam bungkusan itu terdapat sebuah kardus. “Wah, apa isinya ini?’’tanyanya dalam hati. Doni segera membuka bungkusan dengan hati-hati. Alangkah terkejutnya ia, karena di dalamnya terdapat kalung emas dan perhiasan lainnya. “Wah apa ini?”tanyanya dalam hati. “Milik siapa, ya?” Doni membolak-balik cincin dan kalung yang ada di dalam kardus. Ia makin terperanjat lagi karena ada kartu kredit di dalamnya. “Lho,…ini kan milik Pak Alif. Kasihan sekali Pak Alif , rupanya ia telah kecurian.”gumamnya dalam hati.Apa yang diperkirakan Doni itu memamg benar. Rumah Pak Alif telah kemasukan maling tadi malam. Karena pencuri tersebut terburu-buru, bungkusan perhiasan yang telah dikumpulkannya terjatuh. Doni dengan segera memberitahukan Pak Alif. Ia menceritakan apa yang terjadi dan ia temukan. Betapa senangnya Pak Alif karena perhiasan milik istrinya telah kembali. Ia sangat bersyukur, perhiasan itu jatuh ke tangan orang yang jujur. Sebagai ucapan terima kasihnya, Pak Alif memberikan modal kepada Doni untuk membuka kios di rumahnya. Kini Doni tidak lagi harus mengayuh sepedanya untuk menjajakan koran. Ia cukup menunggu pembeli datang untuk berbelanja. Sedangkan untuk mengirim koran dan majalah kepada pelanggannya, Doni digantikan oleh saudaranya yang kebetulan belum mempunyai pekerjaan. Itulah akhir dari sebuah kejujuran yang akan mendatangkan kebahagiaan di kehidupan kelak.
1 5 1
2014-06-09T19:42:44+07:00
Judul:word's can't describe it
kamu pernah menjadi bagian hari2ku. setiap malam, sebelum tidur, ku habiskan beberpa menit untuk membaca pesan singkat itu. tawa kecilmu, kecupan berbantuk tulisan, dan canda kita selalu membuatku tersenyum diam2. perasaan ini sangat dalam sehingga aku memilih untuk memendam.
aku sudah berharap lebih!
ku gantungkan harapanku padamu, ku berikan sepenuhnya perhatianku untukmu. sayangnya, semua. hal itu seakan tak pernah kau gubris.kamu disampingku, tapi getaran yg ku ciptakanseakan benar2 tak kau rasakan. kamu berada di dekatku, namun semua perhatianku seperti menguap tak berbekas.
semua telah berakhir. tanpa ucapan pisah. tanpa lambaian tgn.perjuanganku terhenti krna aku merasa tak pantas lg berada di sisimu. sudah ada dia yg tampaknya jauh lebih baik dr pada aku. tentu saja, jika dia tak baik kau tak akan memilih dia menjadi satu2nya.
setelah tahu smua ini, pakah kamu pernah melirik sedikit saja peraaanku? ini semua terasa aneh bagiku. kita yg sempat dekat walaupun kini tak punya status apa2 lagi. meski barada dlm ketidakjelasan,tiba2 menjauh tanpa sebab.aku yg terbiasa dgn sapaan mu di psan singkat harus terpalsa ikhlas krna akhirnya kamu sibuk dgn kekasihmu. aku berusaha memahami itu. setiap hari. setiap waktu. aku memeyakini diriku bahwa semua sudah berakhir dan aku tak boleh berharap terlalu jauh.
kalau kau ingin tau perasaanku, seluruh kosakata dlm milyaran bahasa tak mampu mendeskripsikan, seperti judul dalam cerita ini "word's can't describe it".
perasaan bukanlah susunan kata dlm kalimat yg bisa di defenisikan dgn defenisi dan arti. perasaan adalah ruang paling dalam yg tak bisa trsentuh hanya dgn perkataan n bualan. aku lelah. itulah perasaan ku. sudahkan kau paham? tentu saja belum. apa peduli mu padaku? aku tak pernah ada di pikiranmu. aku selalu tak punya tempat dihatimu.
1 5 1