Jawabanmu

2014-06-09T06:42:45+07:00
Pertama,ada Ulama yang mengatakan haram, karena bunga Bank itu termasuk riba qardhi . Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW: “Suatu peminjaman yang menarik suatu manfaat (terhadap yang dipinjamkannya) maka termasuk riba’ ” (Al-Jami’ As-Shagir / 6336. Fathkhul Mu’in/ 68) Kedua, ada Ulama yang mengatakan boleh, jika tidak ada syarat pada waktu akad (transaksi). Karena menurut ahli hokum yang masyhur menjelaskan bahwa adat yang berlaku itu tidak termasuk syarat. Ketiga, ada Ulama yang mengatakan itu hukumnya Syubhat (tidak identik dengan haram). Jadi kesimpulannya terkait masalah Bank itu ada tiga hukumnya, Haram, Halal dan Syubhat’ lebih jelasnya saudara dapat melihat pada  Ahkamul Fuqaha’ fi Muqarrarati Mu’tamar Nahdatul Ulama/473 Dan menurut Syaikh Ibnu Hajar juga boleh apabila dalam kondisi terpaksa atau darurat, semisal ketika tidak ada lagi pihak yang sanggup untuk menjaga harta selain Bank, atau tidak ada lagi pihak yang sanggup memberikan hutangan kecuali Bank. Sehingga kita bisa terlepas dari dosa karena darurat yang mana sekiranya apabila tidak memberikan bunga/tambahan maka kita tidak akan mendapat hutangan (Fathkhul Mu’in/68)
2014-06-09T13:12:07+07:00
Pertama perlu kita ketahui bersama bahwa Bank itu adalah suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya menerima simpan-pinjam keuangan. Namun dalam praktiknya, setiap transaksi keuangan dalam Bank, baik itu transaksi peminjaman maupun penyimpanan terdapat istilah bunga, dan dalam masalah ini para Ulama terjadi ikhtilaf (perbedaan pendapat) Pertama,ada Ulama yang mengatakan haram, karena bunga Bank itu termasuk riba qardhi . Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW: “Suatu peminjaman yang menarik suatu manfaat (terhadap yang dipinjamkannya) maka termasuk riba’ ” (Al-Jami’ As-Shagir / 6336. Fathkhul Mu’in/ 68) Kedua, ada Ulama yang mengatakan boleh, jika tidak ada syarat pada waktu akad (transaksi). Karena menurut ahli hokum yang masyhur menjelaskan bahwa adat yang berlaku itu tidak termasuk syarat. Ketiga, ada Ulama yang mengatakan itu hukumnya Syubhat (tidak identik dengan haram). Jadi kesimpulannya terkait masalah Bank itu ada tiga hukumnya, Haram, Halal dan Syubhat’ lebih jelasnya saudara dapat melihat pada  Ahkamul Fuqaha’ fi Muqarrarati Mu’tamar Nahdatul Ulama/473