Jelaskan perbedaan antara mitigasi bencana dan penanggulangan bencana

1
mungkin kalo menurutku
mitigasi itu sebelum terjadi bencana jadi itu kegiatan pencegahan
kalo penanggulangan bencana itu dilakukan setelah terjadi bencana
mitigasi itu sebelum terjadi bencana jadi itu kegiatan pencegahan
kalo penanggulangan bencana itu dilakukan setelah terjadi bencana
bukannya sama aja ya..

Jawabanmu

2014-06-19T20:06:37+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).  Bencana sendiri adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana dapat berupa kebakaran, tsunami, gempa bumi, letusan gunung api, banjir, longsor, badai tropis, dan lainnya.  Kegiatan mitigasi bencana di antaranya:a. pengenalan dan pemantauan risiko bencana;b. perencanaan partisipatif penanggulangan bencana;c. pengembangan budaya sadar bencana;d. penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana;e. identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana;f. pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam;g. pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi;h. pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup

Penanggulangan bencana merupakan serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Tujuan dari penanggulangan bencana adalah :
a. memberikan    perlindungan kepada masyarakat   dari ancaman bencana;   
b. menyelaraskan  peraturan perundang-undangan  yang sudah ada; 
c. menjamin    terselenggaranya  penanggulangan  bencana secara terencana,  terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh; 
d. menghargai budaya lokal; 
e. membangun partisipasi dan kemitraan publik  serta swasta; 
f. mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan; dan 
g. menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Penyelenggaraan penanggulangan bencana terdiri atas 3 (tiga) tahap meliputi: 
a. prabencana; 
b. saat tanggap darurat; dan 
c. pascabencana. 

Prabencana 
Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada tahapan prabencana meliputi: 
a. dalam situasi tidak terjadi bencana; meliputi :
    1). perencanaan penanggulangan bencana; yang terdiri atas : pengenalan dan pengkajian ancaman bencana; pemahaman
         tentang kerentanan masyarakat; analisis kemungkinan dampak bencana; pilihan tindakan pengurangan risiko bencana;
         penentuan mekanisme kesiapan dan penanggulangan dampak  bencana; dan alokasi tugas, kewenangan, dan sumber
         daya yang tersedia.
    2). pengurangan risiko bencana; yang terdiri atas : pengenalan dan pemantauan risiko bencana;  perencanaan partisipatif
         penanggulangan bencana; pengembangan budaya sadar bencana;  peningkatan komitmen terhadap pelaku
         penanggulangan bencana; dan  penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana.  
    3). pencegahan; yang terdiri atas : identifikasi dan pengenalan secara pasti terhadap sumber bahaya atau ancaman
         bencana; kontrol terhadap penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam yang secara tiba-tiba dan/atau berangsur
         berpotensi menjadi sumber bahaya bencana; pemantauan penggunaan teknologi yang secara tiba-tiba dan/atau
         berangsur berpotensi menjadi sumber ancaman atau bahaya bencana;   penataan ruang dan pengelolaan lingkungan
         hidup; dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.     

2 3 2