Jawabanmu

2014-06-06T18:01:23+07:00
Pembeli     : Selamat sore mbak.
Penjual      : Selamat sore,  dengan saudari Hanif ?
Pembeli     : Benar mbak, saya Hanif  yang menghubungi mbak pagi tadi.
Penjual      : Baiklah, Langsung ke inti nya saja, apa benar Anda tertarik dengan sepeda 
 yang di iklankan di Toko Bagus itu?
Pembeli     : Betul mbak, dari foto yang ditampilkan di Toko Bagus, saya  tertarik ingin memlihat fisik asli sepeda tersebut secara dekat, karena  berdasarkan foto yang saya lihat, kelihatannya sepeda mbak masih dalam  keadaan baik dan baru.
Penjual     :  Ohh itu betul sekali , sepeda itu baru saya beli sekitar 1 tahun yang lalu, dan kondisinya masih bagus, saya menjualnya karena sepeda ini sudah  jarang saya pakai
Pembeli    :  Mengapa Anda  speda ini jarang anda pakai? apakah sepeda ini  rusak ?
Penjual     : oh tidak, saya tidak memakai sepeda ini karena saya memiliki sepeda motor.
Pembeli    : Oh begitu mbak, kalau begitu bisa saya lihat sepeda itu sekarang?
Penjual     : Bisa, mari kita menuju ke parkiran
Pembeli    : Mari Pejual       : Nah ini sepedanya, masih bagus bukan?
Pembeli    : Iya mbak, persis seperti di foto  warnanya masih mengkilat seperti baru.
Penjual     : Tentu saja, karena sepeda ini selalu saya rawat.
Pembeli    : Sangat menarik sekali sepeda ini mbak, bolehkah saya mencobanya.
Penjual     : oh iya , silahkan.
Pembeli    : Terimakasih mbak. ( Langsung mengkayuh sepedanya )
Penjual     : (Setelah saudari Hanif selesai mengecek sepeda tersebut). Bagaimana?   mbak nyaman bukan?
Pembeli    : iya mbak, bicara mengenai barang kan suadah jelas ni mbak, bagaimana kalau harga yang mbak  tawarkan?
Pembeli    : Bicara mengenai sepeda ini kan sudah jelas mbak, sekarang berapa harga  yang Anda tawarkan untuk sepeda ini?
Penjual    : Untuk masalah harga, setelah saya cari informasi dari berbagai  sumber mengenai harga sepeda Polygon Slimm, saya mematok harga Rp   2.500.000.
Pembeli   : Waaah, harganya cukup tinggi ya mbak.
Penjual    : iya itu sesuai dengan kondisi sepedanya mbak, itu harga yang saya  Tawarkan. Sekarang berapa haraga yang Anda tawarkan?
Pembeli   : bagaimana kalau saya menawar seharga 1.800.000 ?
Penjual    : Waahh, itu terlalu rendah.Saudarikan sudah tahu kondisi sepeda ini. Jadi  saya rasa tawaran dari saudari Hanif jauh dibawah harga standarnya.
Pembeli   : jika dilihat dari keadaan sepeda, keadaan nya masih bagus, tapi anggaran  saya hanya segitu mbak, bagaimana kalau saya naikkan 100.000 mbak ?
Penjual    : Kalau segitu , saya belum bisa melepas sepeda ini. bagaimana kalau saya  beri pilihan, kalau saudari Hanif benar-benar menginginkan sepeda ini, saya bisa memberi waktu 1 minggu untuk melunasi. Bagaimana saudari Hanif ?
Pembeli   : Alternatif yang bagus mbak. Sebenarnya saya memang tertarik dengan   sepeda ini. Tapi masalah harga yang belum sesuai. Bagaimana kalau saya  naikan menjadi1.950.000 mbak? 
Penjual    :  Begini saja saudari Hanif, sepeda ini akan saya lepas dengan harg
a  2.000.000, itu sudah saya kurangkan 500.000. Jika dibawah harga ini,  saya tidak bisa melepas sepeda ini. Jadi bagaimana mbak?
Pembeli   :  Baiklah mbak saya setuju, tetapi pembayarannya sesuai dengan   alternatif yang telah disepakati tadi.
Penjual    : Baiklah saudari Hanif. Jadi pembayarannya tunai atau bagaimana?
Pembeli   : Pembayarannya separuh tunai disini, dan separuhnya lagi jika sepeda telah 
 saya terima, Bagaimana mbak?
Penjual    : Baiklah saudari Hanif,Silahkan tanda tangan disini ( sambil mengajukan  surat  jual beli ). Terimakasih saudari Hanif, senang bekerja sama dengan  anda, semoga beruntung dengan sepeda ini.
Pembeli  : Terimakasih kembali mbak, saya juga merasa senang bekerja sama dengan 
 Anda. baiklah mbak, saya tunggu kedatangan sepeda ini,  ini alamat rumah  saya ( sambil menunjukan alamat rumah ).
Penjual   : Baiklah saudari Hanif,hati   -hati di jalan.
Pembeli  : Sekali lagi terimaksih mbak, dan selamat sore. Penjual   : Sama – sama saudari Hanif. Selamat sore. 


 

2014-06-06T18:13:02+07:00
pihak bank:  selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?
pengusaha: ya, saya ingin bertemu dengan kepala bagian kredit
pihak bank: mari saya antar. (menuju ke ruang kepala bagian kredit)
pengusaha: begini pak. saya akan mengembangkan usaha saya. jadi, saya akan mengajukan kredit
pihak bank: berapa jumlah uang yang anda butuhkan untuk mengembangkan usaha anda?
pengusaha: saya membutuhkan dana sebesar 200jt. bisakah saya mendapatkan pinjaman itu?
pihak bank: maaf, pak. jumlah pinjaman bapak terlalu besar. bagaimana jika pihak bank memberikan pinjaman kepada bapak sebesar 100jt
pengusaha: apa tidak bisa lebih dari itu pak ? saya kan sudah lama menjadi nasabah dibank ini.
pihak bank: baiklah untuk bapak saya berikan 130jt. bagaimana pak?
pengusaha: usahakan lebih. saya membutuhkan itu untuk mengembangkan usaha saya.
pihak bank: baiklah. bank hanya mampu memberikan pinjaman sebesar 150jt
pengusaha: baiklah. akan saya ambil. kapan uang itu dapat dicairkan. kalau bisa secepatnya
pihak bank: kalau bapak setuju uang itu bisa dicairkan secepatnya
pengusaha: ya, lalu bagaimana selanjutnya?
pihak bank: pihak bank akan memberikan pelayanan yg terbaik untuk bapak.
pengusaha: baiklah kalau begitu terima kasih atas kerjasamanya, saya permisi dulu pak.
pihak bank: sama-sama pak. selamat siang
pengusaha: selamat siang. (keluar dari ruang kepala bagian kredit)