Jawabanmu

2014-07-02T22:02:32+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
NEGOSIASI UANG DAMAI (Ray_11 Pratama_14 )                      
Semua ini berawal ketika seorang anak muda kelas 1 SMA yang menaiki motor 200cc tidak memiliki SIM sedang mengendarai motor dengan Pdnya. Saat di di pertigaan ternyata ada cegatan polisi dan anak itu bukannya berhenti tapi malah lari, dan terjadi aksi kejar – kejaran.
Polisi              : “Pengendara motor N 7474 L tolong menepi!”
Tersangka   : “Emoh lah pak, kalo bisa sini kejar.”
Tanpa basi – basi polisi langsung memacu motor 225cc-nya dan memotong tepat di depannya
Polisi              : “Selamat sore, dek.”

Tersangka   : “Selamat sore juga pak, apa kesalahan saya pak?”

Polisi              : “Lho kok kamu malah tanya? Anda tadi kebut – kebutan dan nantangin saya balapan.”

Tersangka   : “Lalu bapak mau apa?”

Polisi              : “Saya mau nilang adek.”

Tersangka   : “Jujur sekali bapak ini.”

Polisi              : “Coba anda perlihatkan SIMnya.”

Tersangka   : “Saya belum punya pak.”

Polisi              : “STNKnya ada dimana?”

Tersangka   : “STNKnya ada ibunya, pak.”

Polisi              : “Ibunya siapa?”

Tersangka   : “Ibunya saya lah pak, bagaimana sih?”
Polisi              : “Ya sudah, kalau begitu anda saya tilang saja.”

Tersangka   : “Bagaimana urusannya bisa begitu pak? Saya kan tidak parah – parah banget pak.”

Polisi              : “Tapi anda sudah banyak melanggar peraturan seperti, tidak berSIM, kelengkapan motor                                                        
tidak lengkap ,mlebihi batas kecepatan dalam kota dan lagi helm anda jelek dan kumel itu sangaat-sangat tidak SNI”

Tersangka   : “Ya maaf pak.”
 
Polisi             : “Begini saja, kita ambil jalan tengah. Adek mau Bayar tilang langsung atau di Kantor saja?”

Tersangka   : “Dikantor saja.”

Polisi              : “Tapi motor saya bawa”

Tersangka   : “Jangan Pak!”

Polisi              : “Kenapa bisa begitu? ”

Tersangka   : “Nanti kalau orang tua saya murka bagaimana?”

Polisi              : “Itu urusan anda, lagian bayar di Pengadilan mahal dan ribet, harus ngantri, sewa pengacara dan lagi proses yang lama. Paling tidak 1 bulan dan biaya bisa 800 rb”

Tersangka   : “apa iya Pak? Ngibul loe Pak!”

Polisi              : “Berani Kamu, dah saya bawa saja motor anda.”

Tersangka   : “hmm.. oke saya bayar disni saja, berapa duit ni pak?”

Polisi              : “Ya kisaran umum bayar di TKP Rp. 200.000, Bagaimana?” Tersangka   : “Itu mah, maruk namanya pak”
Polisi              : “Terus mau berapa? Kalau itu hanya  kisaran umum.”
Tersangka   : “Ya saya kan pelajar bisa murah dikit kali Pak.”

Polisi              : “Boleh, berani berapa?”

Tersangka   : “Saya hanya bawa Rp.50.000 Pak.”
Polisi              : “Belum bisa dek, kalau begitu saya bawa mtornya.”
Tersangka   : “Jangan dong pak! Ok saya tambahkan Rp.20.000 jadinya Rp.70.000.” Polisi              : “Bulatkan saja jadi Rp.100.000, Bagaimana? ”
Tersangka   : “Lho, jangan begitu dong pak. Itu uang terakhir saya bulan ini.” Polisi              : “Ok, kalau begitu motor saya ambil” Tersangka   : “Jangan dong pak, saya di rumah sendirian pak gak ada orang tua, semuaya  lagi di Kota Magelang” Polisi              : “Ya besok saja diambil”
Tersangka   : “Ya jika bapak mau, adanya cuma  segitu, kalau enggakbapak harus menunggu orang tua saya pulang dari Kota Magelang”

Polisi              : “Ya sudah tidak apa-apa lah, kasihan kamu, membayarnya Rp.50.000 saja”

Tersangka   : “Ya terima kasih ya pak”


semoga membantu ^_^