Jawabanmu

2014-01-31T13:51:43+07:00
sebelum terjadinya proklamasi ada perbedaan perspektif antar golongan muda dan gol.tua. hal ini membuat para golongan muda mendesak para golongan tua untuk melaksanakan proklamasi karena pendirian dari soekarno yg tdk mau memprklamasikan kemerdekaan,maka para gol.muda mengamankan ir.soekarno ke rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh jepang.
namun pada tgl 17 agustus 1945 ir.soekarno di bawa kembali ke jakarta dgn jaminan pelaksanaan proklamasi. setiba di jakarta achmad subarjo,moh.hatta,dan soekarno punn melaksanakan perumusan proklamasi,yang ditandatangani oleh soekarno/hatta dan diketik oleh sayuti melik. Dan proklamasi pun dibacakan tepat pukul 10.00 wib di kediaman ir.soekarno yaitu di jln.pegangsaan timur no.56 jakarta.
1 5 1
2014-01-31T13:57:52+07:00
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.
Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya