Jawabanmu

2014-01-31T19:46:02+07:00
Politikindonesia - Sejak kapan manusia mengenal bahasa sebagai alat komunikasi? Dari manakah bahasa pertama muncul di dunia? Selatan Afrika, itulah jawabannya. Disanalah manusia pertama mengenal bahasan dan kemudian bahasa ini berkembang dan menyebar ke seluruh dunia.
Setidaknya, demikianlah kesimpulan dari sebuah studi yang baru-baru ini yang dirilis Science Magazine, edisi 15 April 2011. Studi itu menguak misteri asal-muasal bahasa yang digunakan manusia.
Quentin Atkinson, peneliti dari Universitas Auckland, Selandia Baru, mengungkapkan, studi tersebut dilakukan dengan menelusuri rekam jejak bahasa. Caranya, cara memecah 504 bahasa ke dalam komponen terkecilnya yang disebut sebagai fonem. Fonem berasal dari bahasa Latin phonema yang berarti 'suara yang diucapkan'.
Penelitian menunjukan, semakin beragamnya fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa menunjukan bahwa bahasa itu menjadi sumber dari bahasa-bahasa lain yang lebih sedikit memiliki fonem.
Penelitian rekam jejak tersebut, sampai pada kesimpulan bahwa semakin jauh sekelompok manusia berkelana dari Afrika dalam rekam jejak sejarahnya, semakin sedikit fonem yang digunakan dalam bahasa mereka.
Ini mengartikan bahwa sebagaimana diprediksikan dalam studi tersebut, bahasa-bahasa di Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik memiliki fonem paling sedikit, sedangkan bahasa-bahasa di Afrika memiliki fonem terbanyak.
Ternyata, pola ini juga memiliki kesamaan dengan studi terhadap genetik manusia. Sebagaimana dipaparkan sebagai peraturan umum, semakin jauh seseorang keluar dari Afrika, yang dianggap secara luas sebagai asal muasal nenek moyang manusia, semakin kecil perbedaan antara individu dalam populasi kelompok individu tersebut bila dibandingkan dengan keragaman di daerah asalnya, Afrika.
Science Magazine menjelaskan, studi Atkinson ini menggunakan metode statistik mutakhir yang sama untuk mengkonstruksikan pohon genetik berdasarkan urutan DNA. Mengenai penggunaan metode statistik ini dalam mencari sumber bahasa manusia, seorang ahli bahasa, Brian D. Joseph dari Universitas Ohio mengatakan sebagai sumber wawasan baru dalam studi di bidangnya.
"Saya rasa kita sudah seharusnya memperhatikan hal ini dengan seirus, meskipun masih ada orang yang akan menolaknya," ujar Joseph.
Studi yang dilakukan Atkinson ini terbilang unik karena berusaha menemukan akar bahasa dari waktu yang sangat lampau. Perihal umur bahasa pun masih menjadi soal perdebatan karena di lain sisi ditemukan fakta sementara bahwa umur bahasa telah mencapai 50.000 tahun. Namun di lain sisi beberapa ahli bahasa lain juga masih skeptis dengan fakta sementara itu. Mereka menemukan faktor lain yaitu 'perkembangan dari kata-kata yang sangat cepat' sehingga kemungkinan umur bahasa sendiri tidak lebih dari 10.000 tahun lamanya.