Jawabanmu

2017-02-09T01:46:28+07:00
Halo Nagata!

 

Penyakit hemofilia sebenarnya tidak hanya diderita oleh laki – laki saja. Perempuan juga bisa saja menderita penyakit hemofilia. Yang benar adalah bahwa penyakit hemofilia pada umumnya diderita oleh laki – laki.

Sebagai bukti kasus bahwa penyakit hemofilia dapat juga diderita oleh perempuan adalah bahwa Ratu Inggris terdahulu yang bernama Ratu Victoria (1837 – 1901) merupakan seorang pembawa sifat penyakit hemofilia. Karena adanya pembawa sifata penyakit hemofilia tersebutlah maka anaknya yang ke delapan yang bernama Leopold adalah seorang penderita hemofilia, dimana Leopold sering mengalami pendarahan. Berita penyakit hemofilia yang diderita Leopold tersebut bahkan diberitakan pada British Medical Journal pada Tahun 1868. Leopold meninggal dunia akibat perdarahan otak sebagai akibat penyakit hemofilia yang dideritanya pada saat ia berumur 30 tahun. Karena penyakit hemofilia diderita Ratu Victoria merupakan penyakit keturunanlah maka anak perempuannya yang bernama Alice juga menderita penyakit hemofilia dimana ia juga meninggal pada umur 35 tahun. Penyakit tersebut juga akhirnya menyebar pada keluarga kerajaan lain di Eropa, seperti pada keluarga kerajaan Prusia (Jerman) dimana Alice menikah dengan Louis keempat. Hal ini dikarenakan hampir semua keluarga kerajaan di Eropa mempunyai garis keturunan dari Ratu Victoria.

 

PENYEBAB PENYAKIT HEMOFILIA

Penyakit hemofilia diketahui disebabkan oleh karena proses pembekuan darah membutuhkan unsur - unsur seperti trombosit, faktor - faktor pembekuan, dan sebagainya. Terdapat 13 faktor pembekuan di tubuh, penamaannya ditandai dengan huruf romawi. Di dalam kasus hemofilia, terdapat mutasi gen yang menyebabkan tubuh tidak cukup memiliki faktor pembekuan tertentu. Sebagai contoh, hemofilia A disebabkan kurangnya faktor pembekuan VIII (8) dan hemofilia B disebabkan kurangnya faktor pembekuan IX (9) di dalam darah. Untaian DNA atau sebutan lainnya adalah kromosom merupakan suatu rangkaian instruksi lengkap yang mengendalikan produksi berbagai faktor. Kromosom bukan hanya menentukan jenis kelamin pada bayi, namun juga mengatur kinerja sel-sel di dalam tubuh. Semua manusia memiliki sepasang kromosom seks di mana komposisi pada wanita adalah XX dan pada pria adalah XY. Hemofilia adalah penyakit yang diwariskan melalui mutasi pada kromosom X. Oleh sebab itu pria cenderung menjadi pengidap, sementara wanita cenderung menjadi pewaris atau pembawa mutasi gen tersebut.

 

Hemofilia merupakan suatu penyakit yang menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah bilamana terjadi perdarahan. Protein ini lazim disebut faktor pembekuan atau faktor koagulasi. Hemofilia sebenarnya merupakan penyakit keturunan yang langka terjadi. Penderita penyakit ini akan lebih lama mengalami perdarahan daripada orang-orang normal.

Hemofilia berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari dua kata yaitu haima yang berarti darah dan philia yang berarti cinta atau kasih sayang.

Penderita hemofilia kebanyakan mengalami gangguan perdarahan di bawah kulit; seperti luka memar jika sedikit mengalami benturan, atau luka memar timbul dengan sendirinya jika penderita telah melakukan aktifitas yang berat; pembengkakan pada persendian, seperti lulut, pergelangan kaki atau siku tangan. Penderitaan para penderita hemofilia dapat membahayakan jiwanya jika perdarahan terjadi pada bagian organ tubuh yang vital seperti perdarahan pada otak.

 

Berdasarkan kadar faktor VII dan faktor IX di dalam darah, klasifikasi hemofilia A dan B dapat di golongkan dalam 3 tingkatan, yaitu :

1.              Berat : Kurang dari 1% dari jumlah normalnya

2.              Sedang : 1% – 5% dari jumlah normalnya

3.              Ringan : 5% – 30% dari jumlah normalnya

 

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat.

NB: Maaf jika jawaban saya kurang rapi dikarenakan kesalahan sistem dalam situs ini yang sedang dalam perbaikan.