Jawabanmu

2014-06-04T23:00:09+07:00
A. Politik luar negeri yang terlalu luwes atau sebaliknya terlalu kaku
Politik luar negeri suatu bangsa menjadi salah satu penyebab kemungkinan timbulnyasengketa antarnegara. Sikap tersinggung atau salah paham merupakan pemicu utamaterjadinya konfl ik. Salah satu contohnya adalah sikap Inggris yang terlalu luwes (fl eksibel)dalam masalah pengakuan pemerintahan Cina. Pada akhirnya mengakibatkan ketersinggunganpihak Amerika Serikat yang bersikap kaku terhadap Cina.
b. Unsur-unsur moralitas dan kesopanan antarbangsaDalam menjalin kerja sama atau berhubungan dengan bangsa lain, kesopanan antarbangsapenting untuk diperhatikan dalam etika pergaulan. Sebab jika kita menyalahi etika bisa sajatimbul konfl ik atau ketegangan. Hal ini pernah terjadi saat Singapura mengundurkan diri dariperjanjian dengan Malaysia, meskipun hubungan baik telah lama mereka jalin.
c. Masalah klaim batas negara atau wilayah kekuasaanNegara-negara yang bertetangga secara geografi s berpeluang besar terjadi konfl ik atausengketa memperebutkan batas negara. Hal ini dialami antara lain oleh Indonesia-Malaysia,India-Pakistan, dan Cina-Taiwan.
d. Masalah hukum nasional (aspek yuridis) yang saling bertentanganHukum nasional setiap negara berbeda-beda bergantung pada kebutuhan dan kondisimasyarakatnya. Jika suatu negara saling bekerja sama tanpa mempertimbangkan hukumnasional negara lain, bukan tidak mungkin konfrontasi bisa terjadi. Hal ini terjadi saatMalaysia secara yuridis menentang cara-cara pengalihan daerah Sabah dan Serawak darikedaulatan Kerajaan Inggris ke bawah kedaulatan Malaysia.
e. Masalah ekonomiFaktor ekonomi dalam praktek hubungan antara negara ternyata sering kali memicuterjadinya konfl ik internasional. Kebijakan ekonomi yang kaku dan memihak adalah penyebabterjadinya konfl ik. Hal ini dapat terlihat ketika Amerika Serikat mengembargo minyak bumihasil dari Irak yang kemudian menjadikan konfl ik tegang antara Amerika Serikat dan Irak.
2014-06-04T23:00:38+07:00
1. kesalahpahaman tentang suatu hal
2. salah satu pihak sengaja melanggar hak/ kepentingan negara lain
3. dua negara berselisih pendirian ttg suatu hal
4. pelanggaran hukum/perjanjian internasional