Jawabanmu

2014-06-04T21:43:29+07:00
Rendra mendirikan kelompok teater tahun 1967—yang kemudian dikenal sebagai Bengkel Teater Rendra. Kelompok ini berlatih di depan rumahnya di Ketanggungan Wetan, Yogyakarta. Dia sendiri juga berkembang sebagai penyair besar.

Meski begitu, peringatan Narti tentang sulitnya beridealisme di negeri ini juga menjadi kenyataan. Dari kenyataan inilah, Bengkel Teater itu tumbuh. Begitu pula lika-liku hidupnya sebagai penyair.

Pada masa awal, Bengkel Teater menghadapi kesulitan ekonomi. Untuk mementaskan lakon Bip-Bop di Balai Budaya Jakarta tahun 1968, misalnya, mereka merogoh kocek sendiri. Sebagaimana diceritakan Rendra dalam catatan tadi, pertunjukan itu didanai dari uangnya sendiri, uang Chaerul Umam (katanya, dengan menggadaikan sepeda), serta sumbangan uang tiket dari Trisno Soemardjo.

Bengkel kemudian berlatih menghidupi diri sendiri dengan menjual tiket pentas, terutama sejak pentas Oedipus Sang Raja (tahun 1969). Setiap pemain dapat honorarium yang cukup untuk hidup.

Sitoresmi Prabuningrat (59), istri kedua Rendra, yang aktif di Bengkel tahun 1970-1979, menceritakan seusai pemakaman Rendra di padepokan Bengkel Teater Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8), produksi teater mengandalkan penghasilan satu pentas untuk membiayai pentas berikutnya. ”Saat uang habis, kami, anak- anak teater, utang pada warung yang menjadi tetangga teater dengan janji akan dibayar kalau dapat persekot pentas berikut. Mereka memberi utangan karena kami tinggal di situ,” kata Sito.