Jawabanmu

2014-06-04T18:54:05+07:00

Ini adalah Jawaban Tersertifikasi

×
Jawaban tersertifikasi mengandung isi yang handal, dapat dipercaya, dan direkomendasikan secara seksama oleh tim yang ekspert di bidangnya. Brainly memiliki jutaan jawaban dengan kualitas tinggi, semuanya dimoderasi oleh komunitas yang dapat dipercaya, meski demikian jawaban tersertifikasi adalah yang terbaik dari yang terbaik.
Istilah mushaf (mushhaf) tentu tidak asing bagi kaum Muslim. Saat mendengar kata tersebut, tidak seorang pun dari kaum Muslim yang akan berbeda tentang maksudnya, yakni mushhaf al-Qur'an. Istilah mushhaf sendiri dibentuk dari kata shahîfah; bentuk jamaknya shahâ'if, shuhuf. Menurut Ibn Duraid dalam Jumhurah al-Lughah, shahîfah adalah kulit yang berwarna keputihan atau lembaran/lempengan tipis, untuk tempat menulis tulisan. Adapun menurut al-Jauhari dalam Ash-Shihah fî al-Lughah, shahîfah adalah al-kitab. Jadi, secara bahasa shahîfah—jamaknya shuhuf—bisa diartikan lembaran-lembaran tulisan. Di dalam al-Quran kata shuhuf dinyatakan delapan kali di delapan ayat (QS Thaha [20]: 133; an-Najm [53]: 36; al-Muddatstsir [74]: 52; 'Abasa [80]: 13; at-Takwir [81]: 10; al-A'la [87]: 18, 19; al-Bayyinah [98]: 2). Maknanya adalah lembaran-lembaran, kitab-kitab terdahulu sebelum al-Quran dan catatan amal. Maaf kalo salah:))
3 3 3
2014-06-04T19:33:02+07:00
Disadari atau tidak, Al Qur’an adalah sebuah kitab yang berisi susunan huruf, lambang sekaligus simbol. Dengan kata lain, Al Qur’an tidak hanya semata bahasa bunyi atau verbal. Karena memuat lambang dan simbol tentunya harus ada metode atau alat untuk memahami simbol tersebut. Model pendekatan struktur Al Qur’an ini berdasarkan atas pengamatan terhadap fenomena susunan Al Qur’an dengan sistematika yang sudah kita kenal dengan tipe fomat cetak mushaf. Hasil pengamatan ini kemudian disusun berdasarkan isyarat-isyarat Al Qur’an yang relevan untuk dikenali hubungan strukturnya serta dianalisis maksud pesannya secara kontekstual. Bertolak dari keyakinan bahwa Al Qur’an adalah petunjuk yang memiliki sifat terang yang menerangi dan menerangkan, maka proses penggalian pesan keilmuan yang terkandung dalam Al Qur’an sebenarya terpulang kepada diri kita masing-masing sejauh mana kita mau membuka hati dan pikiran terhadap terangnya cahaya llahi.