Jawabanmu

2014-06-04T15:53:07+07:00

Sejak sekitar tahun 1980-an sebagian petani yang sawahnya berbatasan atau tidak jauh dengan perkotaan tergiur dengan harga yang cukup mahal sehingga banyak yang menjual tanah sawahnya kepada develouper yang membangun kompleks-kompleks perumahan. Mereka kemudian menggunakan uang penjualan sawahnya untuk keperluan barang-barang yang tidak produktif, dan sebagian lagi digunakan untuk modal usaha di luar bidang pertanian. Pengalaman ini menyedihkan karena kebanyakan mereka bukan orang yang bisa menggeluti pekerjaan di luar pertanian. Kehidupan tenteram sebagai petani, tidak didapat lagi setelah mereka kemudian ada yang menjadi buruh pabrik, mengojek, makelar, dan sebagainya, (kasus di Desa Pelambuan Kodya Banjarmasin).
1 3 1